Viral Lewat TikTok, Ekti Imanuel Tunjukkan Jalan Rusak di Kubar-Mahulu untuk Desak Pemerintah Pusat

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalan Poros Kubar - Mahulu yang Butuh Perbaikan (ist)

Kondisi Jalan Poros Kubar - Mahulu yang Butuh Perbaikan (ist)

Infonursa.co, Kukar – Hingga tahun 2025, harapan warga Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) untuk menikmati akses jalan yang layak menuju Kukar dan Samarinda masih harus ditunda. Jalan poros utama yang dikenal sebagai Trans Kalimantan itu, kembali menjadi sorotan akibat kondisi kerusakannya yang kian memprihatinkan.

Bagi masyarakat yang bergantung pada jalur darat ini, perjalanan bukan hanya soal jarak, tetapi juga perjuangan menghadapi medan berat, terutama selepas perbatasan Kutai Kartanegara menuju Kubar.

Di tengah keluhan yang terus berdatangan, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, menyampaikan bahwa jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat. Statusnya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan dari Menteri PUPR, yang membuat pengelolaannya berada di luar ranah pemerintah daerah.

Meski upaya perbaikan terus dilakukan melalui tiga kontrak pekerjaan setiap tahunnya—yakni ruas Kukar ke SP1, SP1 ke Simpang Gusi, dan Simpang Gusi ke Simpang Kalteng—kendala klasik masih membayangi. Luasnya wilayah dan terbatasnya anggaran membuat pekerjaan perbaikan belum mampu menjangkau seluruh titik kerusakan.

Kondisi ini menyisakan tantangan besar bagi konektivitas dan pemerataan pembangunan di kawasan pedalaman Kalimantan Timur, sementara warga hanya bisa berharap perbaikan tidak lagi sekadar janji.

“Pemerintah provinsi sudah menyampaikan persoalan ini kepada anggota DPR RI. Namun, dari delapan anggota DPR RI dari daerah ini, tidak ada yang berada di Komisi V yang membidangi infrastruktur,” jelas Ekti.

Ia juga menekankan, bahwa masyarakat perlu memahami bahwa jalan tersebut berstatus sebagai jalan pusat. Oleh karena itu, keluhan terkait perbaikan jalan seharusnya ditujukan kepada pemerintah pusat.

Sebagai salah satu pimpinan DPRD Kaltim dari daerah pemilihan (dapil) Kubar dan Mahulu, Ekti Imanuel terus berupaya berkomunikasi dengan internal partainya yang memiliki perwakilan di DPR RI.

Tujuannya adalah agar persoalan jalan ini dapat mendapatkan perhatian lebih dan dianggarkan dalam skala yang lebih besar. Sebagai bentuk kepedulian, Ekti menambahkan, telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperlihatkan kondisi daerah kampung halamannya dengan cara, memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk mengunggah video kondisi jalan agar mendapat perhatian lebih luas.

“Kami di internal partai tidak tinggal diam dan terus memperjuangkan anggaran untuk perbaikan jalan ini, meskipun prosesnya membutuhkan waktu,” paparnya.

Diakhir, pihaknya akan memastikan dan terus berupaya maksimal agar permasalahan jalan rusak di wilayah tersebut dapat segera ditangani, sehingga masyarakat Kubar dan Mahulu dapat menikmati infrastruktur yang lebih baik.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru