Usai PSU di Mahulu, Ekti Beri Apresiasi dan Harapannya

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel (ist)

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Mahakam Ulu (Mahulu) yang digelar pada 24 Mei lalu menandai babak baru dalam kontestasi politik di wilayah perbatasan Kalimantan Timur tersebut.

Tiga pasangan calon, Yohanes Avun – Juan Yenau (Paslon 1), Novita Bulan – Artya Fathra Marthin (Paslon 2), serta Angela Indang Belawan – Suhuk (Paslon 3), bersaing memperebutkan kursi tertinggi di Mahulu, usai diskualifikasinya Paslon 3 sebelumnya, Omena Mayang Shari – Stanislaus Liah, oleh Mahkamah Konstitusi karena keterlibatan bupati aktif dalam kampanye mereka.

Menanggapi pelaksanaan PSU tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menyatakan apresiasinya terhadap proses yang berjalan lancar. Namun, ia menegaskan bahwa meskipun hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah menunjukkan kecenderungan pemenang, pihaknya tetap menunggu pengumuman resmi dari penyelenggara pemilu sebagai bentuk penghormatan terhadap proses demokrasi yang sah dan berintegritas.

“Kemarin tgl 24 psunya sudah yah seperti yang kita liat paslon 03 yah menang jadi kita tetap menunggu pleno kpu dan segala macam,” terangnya.

Dengan pemerintah yang terbaru bagi tubuh Mahulu. Ekti berharap Pemerintah Mahulu dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memajukan daerah yang selama ini kurang disentuh.

“Harapan kita apalagi ini kan dapil saya, pemerintah mahakam ulu itu terbuka dengan provinsi,” ucapnya

Ekti mengatakan apa yang menjadi kebutuhan Mahulu untuk bisa dikoordinasikan dengan Pemprov karena yang mengatur teknis dan kebutuhan Mahulu pemerintah daerah lah yang melaksanakan.

“Karna apapun yang di bantu ke mahulu, prosesnya pemerintah mahulu lah yang melaksanakan,” ungkapnya

Dirinya mencontohkan ketika Pihaknya di Provinsi memberi bantuan di sektor pertanian ke Mahulu. Namun, Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang mengetahui hanya pemerintah daerah setempat,  sehingga ketika tidak adanya koordinasi antara pemerintah maka bantuan itu akan tidak tepat sasaran.

“Contoh kita bantu pupuk untuk petani CPCLnya kan itu dinas pertanian mahulu, dari perkebunan atau pertanian provinsi ndak bisa apa apa kalau yang terimanya tidak ada,” tandasny

“Maksud saya bersinergi itu seperti itu tidak ada yang lain komunikasi,” tutupnya dengan memberi pengertian yang jelas. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB