Tragedi Longsor Lempake Hanya Menyisakan Cerita Mendalam Seoarang Anak

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi Penemuan Korban Tanah Longsor di Lempake (ist)

Evakuasi Penemuan Korban Tanah Longsor di Lempake (ist)

Infonusa.co, Samarinda — Menjelang senja, Nurul Zafik masih sempat membaca pesan dari ibunya—sebuah permintaan sederhana yang kini terasa begitu dalam: membawakan kepiting dari empang untuk makan malam bersama. Tak ada yang istimewa, hanya harapan kecil akan kebersamaan keluarga di meja makan.

Namun pagi harinya, harapan itu musnah seketika. Longsor besar menghantam permukiman mereka di Jalan Belimau Raya, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Rumah luluh lantak, dan empat nyawa terenggut—ibu, kakak, serta dua adik Zafik tak sempat diselamatkan. Zafik sendiri selamat, tapi hatinya tak utuh lagi.

Zafik sedang berada di empang bersama sang ayah ketika kejadian terjadi. “Saya lagi di empang sama bapak waktu kejadian. Ibu sempat WA (WhatsApp) sore sebelumnya, minta dibawakan kepiting,” ungkapnya, Rabu (14/5/2025).

Permintaan sederhana itu datang dari ibunya, Hamdana (50), yang kini tinggal kenangan. Ia ditemukan tak bernyawa bersama tiga anggota keluarga lainnya: Nasrul (24), anak sulung keluarga; Nurul Sakira (17); dan Fitri (14). Semua ditemukan di antara puing-puing rumah yang hancur akibat longsor pada Senin pagi (12/5/2025), sekitar pukul 06.00 Wita, setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari.

Bagi Zafik, pesan dari sang ibu menjadi percakapan terakhir yang tak akan pernah ia lupakan. “Ibu bilang, ‘Nak, bawakan kepiting ya. Kita makan malam rame-rame.’ Tapi saya belum sempat pulang, paginya semua sudah terjadi,” paparnya.

Warga sekitar turut mengingat malam kejadian. Hujan turun tanpa henti, membuat tanah di lereng belakang rumah korban yang sudah lama rawan longsor, akhirnya tak mampu lagi menahan beban air. Tak ada yang menyangka bencana sebesar itu akan datang secepat itu.

Keluarga Hamdana dikenal sebagai keluarga yang hangat dan sederhana. Hamdana adalah ibu yang sabar dan penuh kasih. Nasrul dikenal sebagai anak sulung yang bertanggung jawab, sementara dua putri bungsu, Sakira dan Fitri, dikenal ceria dan berprestasi.

Kini, Zafik hanya memiliki sang ayah dan kakaknya yang lain, Sahrul (20). Mereka kehilangan bukan hanya rumah, tapi hampir seluruh dunia yang mereka miliki.

“Yang paling berat bukan kehilangan barang atau rumah. Tapi kehilangan mereka semua sekaligus,” kata Zafik dengan suara gemetar.

Pemerintah dan para relawan telah bergerak cepat. Evakuasi selesai pada hari yang sama, dan pemakaman pun langsung dilakukan. Bantuan darurat dikirimkan, tapi luka di hati keluarga yang ditinggalkan tak mudah untuk disembuhkan.

Kini, yang tersisa bagi Zafik hanyalah kenangan akan pesan terakhir sang ibu—bukan sekadar tentang kepiting, tetapi tentang cinta seorang ibu yang ingin makan malam bersama keluarganya, untuk terakhir kalinya.

“Kalau saya tahu itu permintaan terakhir, saya pasti langsung pulang,” tutupnya dengan perasaan sesal.

Berita Terkait

Buka Puasa Bersama dan Bagikan Puluhan Paket Sembako Warga Buton, Wawali: Suasana Kekeluargaan Sangat Terasa
KNPI Kecamatan Anggana Kembali Hadirkan Street Run 2026, Jaga Silaturahmi dan Semangat Pemuda
DPD GAMKI Kaltim Bangun Komunikasi dengan Kodam VI/Mulawarman, Dorong Peran Pemuda Jaga Persatuan dan Stabilitas Daerah
Madrasah Darussalam IBS Samarinda Semarakkan Tarhib Ramadhan dengan Pawai Obor dan MABIT, Perkuat Spiritualitas Santri
Pascasarjana Unmul Satukan Akademisi dan Praktisi Bahas Solusi Sampah Kaltim–IKN
Ketua ISPIKANI Kaltim sebut Reuni Akbar FPIK Unmul Jadi Momentum Solidaritas Alumni
Intervensi Berlebihan Pejabat Struktural Kampus UINSI, Kebiri dan Pembatasan Kebebasan serta Kehidupan Demokrasi Mahasiswa Fakultas Syari’ah
Sekum DPK KNPI Loa Janan Soroti Sunmori, Disebut Jadi Ancaman Rutin Keselamatan Publik
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:47 WIB

Buka Puasa Bersama dan Bagikan Puluhan Paket Sembako Warga Buton, Wawali: Suasana Kekeluargaan Sangat Terasa

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:41 WIB

KNPI Kecamatan Anggana Kembali Hadirkan Street Run 2026, Jaga Silaturahmi dan Semangat Pemuda

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:14 WIB

DPD GAMKI Kaltim Bangun Komunikasi dengan Kodam VI/Mulawarman, Dorong Peran Pemuda Jaga Persatuan dan Stabilitas Daerah

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:46 WIB

Pascasarjana Unmul Satukan Akademisi dan Praktisi Bahas Solusi Sampah Kaltim–IKN

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:57 WIB

Ketua ISPIKANI Kaltim sebut Reuni Akbar FPIK Unmul Jadi Momentum Solidaritas Alumni

Berita Terbaru