TPS Padat Karya Dikeluhkan Warga, Komisi III DPRD Samarinda Segera Bertindak

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ket.foto : Anggota Komisi III Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Maswedi

ket.foto : Anggota Komisi III Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Maswedi

Infonusa.co, Samarinda – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, kembali menjadi sorotan warga. Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan disertai bau menyengat, memicu keluhan dari masyarakat sekitar yang merasa terganggu dengan kondisi tersebut.

Tak hanya soal volume sampah, warga juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung di TPS tersebut. Hingga kini, lokasi tersebut belum dilengkapi kontainer atau bak permanen, sehingga pembuangan sampah terkesan sembarangan dan sulit dikendalikan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Maswedi, meminta agar TPS tersebut segera ditata ulang. Dirinya menilai, keberadaan TPS yang tidak memadai tersebut telah mengganggu proses pengelolaan sampah, apalagi saat musim hujan atau ketika aktivitas pemilahan oleh pemulung berlangsung.

“Sudah saya sampaikan ke DLH agar segera ditindaklanjuti. Jika memang masih akan digunakan, maka perlu dilengkapi dengan kontainer atau dibangun tempat penampungan permanen, agar sampah tidak berserakan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mengklaim, penentuan lokasi TPS bukan merupakan kewenangan mereka. DLH hanya bertugas dalam pengangkutan dan pembersihan sampah, sedangkan urusan lokasi berada di bawah kewenangan kelurahan setempat.

“Penempatan TPS menjadi tanggung jawab kelurahan. DLH fokus pada operasional pengangkutan,” jelasnya.

Legisltaor Kota Samarinda ini menyebut, masalah TPS yang tak tertata bukan hanya mencemari pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, akibat bau menyengat dan lingkungan yang kotor. Karena itu, Maswedi menekankan, pentingnya kolaborasi antara DLH dan kelurahan agar solusi jangka panjang bisa segera diwujudkan.

“Kita butuh koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas,” tegasnya. (Ikhsan/adv)

Berita Terkait

Kaltim Bersinar di PENAS XVII 2026, KTNA Sapu Bersih Tiga Gelar Juara Seni Budaya
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Tolak Politisasi Kampus dalam Pilrek Unmul
Krisis BBM di Delta Mahakam Kian Parah, Maritim Muda Kukar Desak Langkah Konkret dari Pemerintah dan PHM
Demi Keadilan, GMKI dan GAMKI Kaltim Kawal Proses Perizinanan Pendirian Gereja Toraja di Samarinda
Abdul Rasid Serap Aspirasi Warga Batu Dinding, Fokus pada Perbaikan Infrastruktur
Ahmad Yani Dorong Pemenuhan Tenaga Medis di Wilayah Hulu Kukar
DPD KNPI Kaltim Resmi Tunjuk Irwansyah Nakhodai Caretaker KNPI PPU
Momentum HUT ke-52, Caretaker DPD KNPI Kaltim Gelar Dialog & Sarahsehan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:15 WIB

Kaltim Bersinar di PENAS XVII 2026, KTNA Sapu Bersih Tiga Gelar Juara Seni Budaya

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:51 WIB

Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Tolak Politisasi Kampus dalam Pilrek Unmul

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:21 WIB

Krisis BBM di Delta Mahakam Kian Parah, Maritim Muda Kukar Desak Langkah Konkret dari Pemerintah dan PHM

Rabu, 6 Agustus 2025 - 20:30 WIB

Demi Keadilan, GMKI dan GAMKI Kaltim Kawal Proses Perizinanan Pendirian Gereja Toraja di Samarinda

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:41 WIB

Abdul Rasid Serap Aspirasi Warga Batu Dinding, Fokus pada Perbaikan Infrastruktur

Berita Terbaru