Tingginya Stunting Kota Samarinda, Sani: Perlunya Upaya Pencegahan Pernikahan Dini

- Jurnalis

Senin, 18 Maret 2024 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. 

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. 

Infonusa.co, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husein mengungkapkan terkait kasus pernikahan dini yang berpotensi menciptakan dampak negatif terhadap kesehatan anak dan ibu.

Dirinya mengutarakan pernikahan dini menjadi faktor krusial penyebab kasus stunting karena kehamilan pada usia ibu yang terlalu muda dianggap belum sepenuhnya siap untuk mengandung dan melahirkan bayi.

“Pernikahan dini tidak hanya merenggut kesehatan fisik anak, tapi juga menghancurkan potensi masa depan,” ucap Sani pada Jum’at (15/03/2024).

Lanjut Sani, dirinya mengatakan bahwa untuk memutus rantai pernikahan dini merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan oleh masyarakat khususnya generasi muda.

“Ini adalah tanggung jawab bersama untuk melakukan upaya pencegahan dan edukasi guna memutus rantai pernikahan dini yang menjadi potensi penyebab stunting,” ungkapnya.

Politisi fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan perlunya upaya pencegahan dan edukasi secara kolektif untuk mengatasi permasalahan pernikahan dini sebagai salah satu penyebab kasus stunting.

Lebih lanjut, ungkap Sani terkait jumlah kasus stunting di Samarinda saat ini lebih tinggi dari yang tercatat secara resmi sehingga dibutuhkan pendataan dan upaya serius dalam penanganan permasalahan tersebut.

“Kasus stunting di Samarinda bukan hanya sekedar angka tetapi juga sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi kita dan kita harus menekan angka tersebut,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium
Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:05 WIB

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Berita Terbaru

Foto: Poster Pengumuman Penerima Program Beasiswa Pendidikan Kukar Idaman Terbaik Tahun 2026. (Foto: Bagian Kesra Setkab Kukar)

Pemkab Kukar

Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026, 1.181 Penerima Lolos Verifikasi

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:34 WIB

Foto: Suasana Beseprah Erau Adat Kutai 2026.

Pemkab Kukar

Beseprah Erau 2026 Hidupkan Makna Raja Menjamu Rakyatnya

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:29 WIB

Foto: Eksebisi Gulat Tradisional Benjang pada Pembukaan Oltrad Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar

Dispora Kukar Buka Ruang Benjang Tampil di Tingkat Kecamatan

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:26 WIB