Tingginya Angka Anak Tidak Tempuh Penddikan Formal di Kaltim, Darlis Sebut Perusahaan Perlu Beri Kontribusi.

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Infonusa.co, Samarinda — Kalimantan Timur (Kaltim) dikenal sebagai lumbung kekayaan alam dengan tanah yang dipenuhi tambang emas hitam, kebun sawit yang membentang luas, serta ladang minyak yang menopang ekonomi daerah. Namun di balik citra megah itu, tersimpan potret buram yang menyayat, yakni ribuan anak tumbuh tanpa pernah merasakan pendidikan formal.

Laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2025 mengungkap bahwa lebih dari 30 ribu anak di Kaltim belum pernah duduk di bangku sekolah. Ironisnya, angka tertinggi justru datang dari daerah yang dikenal kaya dan berkembang.

Kutai Timur (Kutim) mencatat sekitar 9 ribu anak tak bersekolah, disusul Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 5 ribu, dan bahkan Kota Samarinda yang merupakan jantung pemerintahan provinsi, menyumbang 4 ribu anak.

Kondisi tersebut memperlihatkan jurang ketimpangan yang nyata. Meski dikelilingi potensi ekonomi yang melimpah, wilayah-wilayah tersebut belum berhasil menjadikan pendidikan sebagai hak dasar yang dijamin untuk semua.

Baik program pemerintah maupun peran dunia usaha dinilai belum mampu menjangkau mereka yang terpinggirkan. Di tengah limpahan sumber daya, ribuan anak Kaltim justru tumbuh dalam keterbatasan harapan.

Melihat kondisi yang miris tersebut, Sekertaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Darlis Pattolongi angkat bicara. Dirinya menilai, biaya hidup yang terbilang tinggi menjadi alasan beberap keluarga tidak fokus pada pendidikan anaknya demi mempertahan keutuhan hidup yang sulit diraih.

“Kami di Komisi IV kebetulan mengawal persoalan lingkungan hidup di
perusahaan-perusahaan, maka dari itu kami meminta perusahaan untuk berpartisipasi dengan menyalurkan CSR-nya dalam bentuk beasiswa,” jelasnya.

Dengan hadirnya program dari pemerintah terkait biaya pendidikan yang gratis, Darlis mendorong perusahaan hadir dalam membantu biaya hidup masyarakat.

“Jadi biarlah APBD membiayai pendidikan, untuk perusahaan-perusahaan berpartisipasi dalam bentuk living cost. Misalnya bantuan transportasi, bantuan akomodasi, dan sebagainya,” urainya

Dengan demikian, Darlis harap amadanya Sinergitas antara pemerintah dan perusahan agar dapat menopang anak anak untuk dapat melaju bersama dalam duni pendidikan saat ini. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru