Infonusa.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama DPRD menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebagai Peraturan Daerah melalui Rapat Paripurna ke-27 DPRD Kaltim, Senin (28/07/2025).
Dokumen tersebut akan menjadi peta jalan utama pembangunan lima tahun ke depan sekaligus landasan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD, Syarifatul Sya’diah, mengatakan bahwa penyusunan dokumen ini melibatkan proses panjang, mulai dari pembahasan lintas komisi di DPRD, uji publik bersama masyarakat, hingga penyelarasan dengan Kementerian Dalam Negeri.
“RPJMD ini adalah langkah awal menuju rencana pembangunan jangka panjang. Kami ingin memastikan arah pembangunan Kaltim sejalan dengan visi nasional, khususnya menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Visi besar yang diusung adalah “Kalimantan Timur Sukses Menuju Generasi Emas 2045”. Untuk mewujudkannya, tiga tujuan pokok ditetapkan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sumber daya manusia, dan memodernisasi tata kelola pemerintahan.
Enam misi pembangunan disusun sebagai turunan visi, di antaranya peningkatan mutu SDM, pertumbuhan ekonomi inklusif, pemerataan infrastruktur dan layanan dasar, transformasi digital birokrasi, penguatan nilai budaya dan agama, serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Syarifatul menjelaskan, RPJMD kali ini juga memuat 10 sasaran besar dengan 64 program prioritas yang dirancang untuk menjawab tantangan lokal sekaligus memperkuat posisi Kaltim sebagai daerah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kehadiran IKN harus menjadi peluang, bukan beban. Kaltim dituntut siap dari sisi infrastruktur, kualitas tenaga kerja, hingga birokrasi yang lebih profesional,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesuksesan implementasi RPJMD tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari dunia usaha, perguruan tinggi, dan partisipasi masyarakat sipil.
“Pembangunan bukan tugas satu pihak. Kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)









