Terima Laporan Masyarakat Terkait Ativitas Tambang, Abdulloh Minta KPC Bangun Flyover

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh.

Infonusa.co, Samarinda — Kembali terjadi, masyarakat setempat merasakan dampak yang tidak baik dan membuat resah akibat aktivitas kendaraan tambang yang tiada hentinya melintasi jalur umum di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terutama di wilayah Sangtta.

Maka untuk Menyikapi laporan tersebut, rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kunjungan langsung ke lokasi tersebut, pada Kamis (17/4/2025). Hasilnya, bahwa lalu lintas warga terganggu oleh aktivitas kendaraan tambang yang menggunakan jalan umum sebagai jalur crossing hauling, ternyata benar.

“Hasil dari laporan masyarakat benar adanya. Kendaraan tambang menggunakan jalan umum sebagai jalur crossing hauling, dan ini mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, kami meminta perusahaan-perusahaan tambang yang menggunakan fasilitas umum ini bertanggung jawab,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh.

Salah satu perusahaan yang disorot adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang disebut menggunakan ruas Jalan Poros Sangatta–Bengalon sebagai jalur crossing hauling.

Menurut dia, seharusnya perusahaan sekelas KPC dapat membangun infrastruktur alternatif, seperti jembatan layang (flyover) atau underpass untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan umum.

“Ini bukan hal yang sulit bagi perusahaan yang sudah beroperasi puluhan tahun di Kutai Timur. Kami juga meminta perusahaan lain, seperti PT Indexim Coalindo, melakukan hal serupa,” ucapnya.

Abdulloh menegaskan pentingnya peran aktif perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Pihaknya menilai, tanggung jawab sosial perusahaan semestinya mencakup upaya menjaga kelancaran akses publik, terutama jalan nasional dan provinsi yang kerap dilintasi kendaraan tambang berukuran besar.

“Kami berharap KPC untuk segera membangun jembatan layang, seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Tujuannya agar aktivitas pertambangan tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru