Tayangan Berdampak Negatif : Puji Pesan Agar Anak – Anak Lebih Bijaksana dan Pentingnya Parenting dari Orang Tua

- Jurnalis

Selasa, 23 April 2024 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda,  Sri Puji Astuti (Ikhsan/Infonusa.co)

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda,  Sri Puji Astuti (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti sebut Pendidikan di dalam keluarga merupakan kunci untuk mencegah tantrum pada anak.

Dirinya menyampaikan, pentingnya ilmu parenting  (pola asuh) untuk orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anaknya. Para orang tua harus mengajarkan kedisiplinan sejak dini kepada anak-anak mereka agar terhindar dari tantrum.

“Sebenarnya tinggal parentingnya seperti apa ya, kan orang tua juga sudah di sosialisasikan menjadi orangtua itu apalagi ibu ya harus diawasi juga pokoknya anak-anak ini harus dispilin”, ujar Puji.

Menurutnya, anak usia dini sebisa mungkin dihindarkan dari aktifitas media sosial. Anak usia 0 sampai 2 tahun sebisa mungkin dihindarkan untuk melihat tayangan televisi yang menurutnya banyak memiliki dampak negatif.

Untuk anak usia 2 sampai usia pra sekolah, sebisa mungkin dihindarkan dari tayangan-tayangan yang kurang layak diberikan pada mereka. Dalam hal ini, seperti game online, TikTok dan lain sebagainya.

“Usia 0 sampai 2 tahun kalau bisa jangan sampai lihat TV (Televisi) ya, kan banyak dampak negatifnya, terus 2 sampai usia pra sekolah itu jangan sampai melihat tayangan-tayangan kayak game online,TikTok dan lain sebagainya”, ungkapnya

Puji menjelaskan bahwa karakter anak ditentukan oleh apa yang mereka lihat. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk perkembangan karakter anak. Sebisa mungkin para orang tua tidak mepertontonkan perilaku yang tidak baik karena anak-anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang dewasa.

“Kita lihat sekarang kan larangan sudah ada, parenting sudah ada tapi apa yang dilakukan orangtua, orang tuanya juga memberi contoh sibuk main hp, sibuk dengan tayangan tayangan TikTok dan lain sebagainya. Jadi anak-anak ini mencontoh apa yang dilakukan orang dewasa,” jelasnya.

Puji juga mengungkapkan bahwa Pemerintah juga telah memberikan sosialisasi terkait parenting pada anak. Pemerintah juga telah mengumumkan untuk mengurangi penggunaan HP (Handphone) di sekolah bahkan sampai melarang penggunaannya. Tinggal dari peran orang tua untuk menjauhkan penggunaan HP pada anak.

“Regulasinya sudah ada, dari Kementrian PPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) sudah ada dan dari Kementrian Pendidikan juga sudah ada. Bahkan pak Walikota sendiri ya untuk mengurangi Penggunaan HP disekolah bahkan ada yang sampai melarang ya”, tutur Puji.

“Disini memang peran orang tua ya, Pemerintah sudah melakukan apa yang harus dilakukan”, tambahnya.

Akhir, Puji berharap agar orang tua terkhusus ibu sadar akan perannya terhadap pendidikan di keluarga karena kebanyakan aktifitas yang dilakukan anak adalah dengan keluarganya.

“Bentar lagi 2 Mei ada Hari Pendidikan Nasional, saya kira kita harus kembali ya fitrahnya pendidikan di keluarga itu paling utama terutama oleh seorang ibu, itu harus ya”, Pungkasnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen
DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak
Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan
DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim
Data Aset Pemkot Samarinda Masih Misterius, DPRD: Jangan Sampai Baru Ribut Pas Ada Sengketa Tanah!
Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta
Parkir Pembeli Meluber ke Jalan Juanda, DPRD Samarinda Ingatkan Pengusaha Wajib Siapkan Lahan Parkir
Godok Raperda TBC dan HIV/AIDS, DPRD Samarinda Siapkan Aturan untuk Libatkan Warga secara Masif
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:58 WIB

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:57 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:55 WIB

Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:53 WIB

DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta

Berita Terbaru