Tanggapan Laila terkait Perempuan yang Miliki Partsipasi Terhadap Dunia Politik
Tgl : 22/04/2024
Ker foto :
Infonusa.co, Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Laila menilai, saat ini perempuan Indonesia telah melek terhadap dunia politik yang ada. Menurutnya definisi tentang politik yang sebenarnya tidak terkungkung (terkurung) pada satu lingkungan yang kecil.
Dirinya beranggapan, perempuan Indonesia saat ini telah banyak berpartisipasi dalam perpolitikan, sebab berpolitik tidak hanya menduduki jabatan dalam pemerintahan saja tetapi juga pada hal hal tertentu.
“Ibu rumah tangga tanpa itu secara tidak sadar dia sudah berpolitik kalau dia tidak berpolitik bagaimana dia bisa memanajemen keuangan dari gaji suaminya baik politik keuangan, politik waktu, itu kan sudah sebagai politik,” jelas Laila, pada Rabu (24/04/2024).
Lanjut, dirinya juga mengungkapkan perempuan saat ini hanya menyempitkan definisi politik itu hanya pada lembaga DPRD saja, padahal secara tidak langsung mereka susah berpolitik, yakni politik rumah tangga. Jadi tidak bisa mengatakan kalau mereka tidak melek politik.
“Kalau di katakan mereka tidak melek, mereka melek cuma tidak sadar bahwa mereka juga sebenarnya berkecimpung secara langsung di politik, cuma politik rumah tangga tidak secara luas seperti kita di lembaga DPRD,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Laila menegaskan pada mereka (perempuan) untuk saat ini, harus mengapresiasi dirinya, sebab para perempuan tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sudah berkecimpung. Mereka menolak politik, padahal dia tidak sadar sudah berkecimpung di dunia politik.
Laila menyampaikan, terkait bagaimana mereka ini untuk bisa lebih peduli terhadap suatu hal benar-benar yang kita kenal dengan dunia politik.
“Jadi dunia politik itu bagaimana mereka tidak suka itu hal yang wajar tetapi bagaimana kita bijak untuk menyikapi isu tidak suka biasa tidak perlu anarkis,” tegasnya.
Akhir Laila, dirinya berepesan kepada semua bahwa tidak perlu membuat suatu statemen yang merugikan satu pihak, semua boleh berpendapat tetapi bagaimana pendapat yang di keluarkan itu tidak merugikan orang lain, itu yang dinamakan Politik (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)









