Tanggapan Laila terkait Perempuan yang Miliki Partsipasi Terhadap Dunia Politik

- Jurnalis

Senin, 22 April 2024 - 01:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Laila (Ikhsan/Infonusa.co)

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Laila (Ikhsan/Infonusa.co)

Tanggapan Laila terkait Perempuan yang Miliki Partsipasi Terhadap Dunia Politik

Tgl : 22/04/2024
Ker foto :

Infonusa.co, Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Laila menilai, saat ini perempuan Indonesia telah melek terhadap dunia politik yang ada. Menurutnya definisi tentang politik yang sebenarnya tidak terkungkung (terkurung) pada satu lingkungan yang kecil.

Dirinya beranggapan, perempuan Indonesia saat ini telah banyak berpartisipasi dalam perpolitikan, sebab berpolitik tidak hanya menduduki jabatan dalam pemerintahan saja tetapi juga pada hal hal tertentu.

“Ibu rumah tangga tanpa itu secara tidak sadar dia sudah berpolitik kalau dia tidak berpolitik bagaimana dia bisa memanajemen keuangan dari gaji suaminya baik politik keuangan, politik waktu, itu kan sudah sebagai politik,” jelas Laila, pada Rabu (24/04/2024).

Lanjut, dirinya juga mengungkapkan perempuan saat ini hanya menyempitkan definisi politik itu hanya pada lembaga DPRD saja, padahal secara tidak langsung mereka susah berpolitik, yakni politik rumah tangga. Jadi tidak bisa mengatakan kalau mereka tidak melek politik.

“Kalau di katakan mereka tidak melek, mereka melek cuma tidak sadar bahwa mereka juga sebenarnya berkecimpung secara langsung di politik, cuma politik rumah tangga tidak secara luas seperti kita di lembaga DPRD,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Laila menegaskan pada mereka (perempuan) untuk saat ini, harus mengapresiasi dirinya, sebab para perempuan tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sudah berkecimpung. Mereka menolak politik, padahal dia tidak sadar sudah berkecimpung di dunia politik.

Laila menyampaikan, terkait bagaimana mereka ini untuk bisa lebih peduli terhadap suatu hal benar-benar yang kita kenal dengan dunia politik.

“Jadi dunia politik itu bagaimana mereka tidak suka itu hal yang wajar tetapi bagaimana kita bijak untuk menyikapi isu tidak suka biasa tidak perlu anarkis,” tegasnya.

Akhir Laila, dirinya berepesan kepada semua bahwa tidak perlu membuat suatu statemen yang merugikan satu pihak, semua boleh berpendapat tetapi bagaimana pendapat yang di keluarkan itu tidak merugikan orang lain, itu yang dinamakan Politik (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru