Tambang Ilegal di Kawasan KHDTK Unmul Belum Bertanggung Jawab, Sarkowi Minta Adanya Penegekan Hukum

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry

Infonusa.co, Samarinda – Solusi ketidakpastian masih menyelimuti penanganan kasus tambang batu bara ilegal di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Mulawarman. Hingga kini, belum ada titik terang terkait pengungkapan pelaku perusakan kawasan konservasi tersebut.

Ketidakmampuan aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini memicu sorotan tajam dan menimbulkan pertanyaan besar soal lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah yang seharusnya dilindungi negara.

Kekhawatiran pun mencuat bahwa aktivitas ilegal ini akan terus berlanjut tanpa adanya penegakan berkala. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Sarkowi V Zahry, mengungkap bahwa perambahan tersebut telah merusak sekitar 3,26 hektare area hutan pendidikan yang memiliki fungsi vital sebagai kawasan konservasi.

Bahkan, keberadaan satwa langka yang selama ini dilindungi ikut terancam. “Ini bukan sekadar soal kerusakan hutan, tapi ancaman serius terhadap masa depan ekosistem kita,” tegas Sarkowi.

Menurutnya, meskipun kawasan tersebut secara status jelas milik Unmul, namun faktanya ada aktivitas tambang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Laporan sudah disampaikan pihak Unmul, baik dari fakultas kehutanan maupun pengelola KHDTK ke Gakkum LHK dan Polda Kaltim,” paparnya.

Sarkowi sapaan akrabnya, menilai bahwa kasus ini bisa menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk lebih serius dalam memperhatikan keberadaan KHDTK, khususnya dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, dan anggaran.

Lebih lanjut kata Sarkowi, pihaknya berharap perhatian tidak hanya datang untuk KHDTK Unmul, tetapi juga untuk seluruh KHDTK di Indonesia.

“Kita sepakat dengan aspirasi para pendemo. Penegakan hukum harus jelas kelanjutannya. Ini saatnya KHDTK mendapat perhatian lebih,” tutupnya mempertegas. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru