Struktur Pengelolaan Jalan Dinilai Lemah, Subandi Soroti Kinerja UPTD PUPR

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi

Infonusa.co, Samarinda – Masalah kerusakan jalan yang terus meluas di Kalimantan Timur memunculkan kritik tajam dari DPRD Kaltim, terutama terkait sistem pengelolaan infrastruktur yang dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan lapangan.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menyoroti kelemahan struktural dalam sistem kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas PUPR yang saat ini hanya satu untuk menangani tiga wilayah besar sekaligus, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu.

“Semuanya dibebankan ke satu UPTD. Secara sistem ini memang sudah berat sejak awal,” tegas Subandi.

Ia mengungkapkan, meskipun UPTD tersebut memiliki anggaran sekitar Rp28 miliar, sekitar Rp10 miliar langsung habis untuk kebutuhan operasional, termasuk bahan bakar minyak (BBM), menyisakan dana terbatas untuk realisasi proyek di lapangan.

“Bukan hanya tidak cukup, tapi tidak rasional kalau berharap hasil maksimal dari struktur yang seperti ini,” lanjutnya.

Subandi menilai, akar permasalahan tidak sekadar pada minimnya anggaran, melainkan pada ketiadaan desain kelembagaan yang mampu merespons secara cepat dan efektif terhadap kerusakan jalan yang bersifat masif dan menyebar.

Untuk itu, DPRD Kaltim tengah menggodok usulan perubahan struktur teknis pengelolaan jalan, salah satunya dengan mempertimbangkan pembentukan unit pelaksana tambahan atau desentralisasi kewenangan teknis agar lebih terdistribusi.

“Kita harus pikirkan pembentukan unit teknis baru atau setidaknya mendesentralisasi penanganan jalan agar tidak semua bergantung ke satu pintu,” ungkapnya.

Ia meyakini, model kelembagaan yang kuat, adaptif, dan tersebar akan jauh lebih efisien dibanding terus-menerus menangani perbaikan tanpa menyelesaikan persoalan struktural.

“Kalau tidak ada pembaruan dalam sistem pengelolaan, bukan cuma jalan yang rusak, tapi juga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” tutupnya.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru