Infonusa.co, Samarinda – Setelah lama dikenal sebagai “ikon yang tertidur”, Stadion Utama Palaran kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memulai revitalisasi kawasan dengan memperbaiki sejumlah ruas jalan serta membangun trotoar di titik-titik strategis.
Kepala Seksi Pengelola Stadion Utama Palaran, Yudi Haryanto, menegaskan bahwa perbaikan ini bukan sekadar tambal sulam, tetapi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan stadion yang pernah menjadi kebanggaan saat PON XVII 2008 lalu.
“Sekarang memang ada sedikit perubahan, khususnya rehab jalan. Kami ingin stadion ini tetap ramah dan layak untuk masyarakat,” ujarnya.
Yudi menyebut bahwa pembenahan ini dibiayai penuh melalui APBD 2025, meski pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.
“Tidak semua langsung diperbaiki, tapi secara parsial. Yang penting kualitas tetap diutamakan,” tambahnya.
Selain jalan, trotoar juga menjadi perhatian agar kawasan stadion lebih ramah pejalan kaki. Menurut Yudi, tahap ini penting untuk mengembalikan fungsi stadion tidak hanya sebagai venue olahraga besar, tetapi juga ruang publik yang dapat dinikmati komunitas, sekolah, hingga masyarakat umum.
Revitalisasi ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Stadion Utama Palaran. Dari sekadar bangunan monumental yang lama terabaikan, kini diarahkan menjadi pusat aktivitas olahraga dan sosial masyarakat Kaltim.
“Stadion bukan hanya untuk event besar. Kami ingin Palaran kembali hidup sebagai ruang bersama warga,” pungkas Yudi. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









