Rahmat Dermawan Pejuang wong cilik, Caleg PDI Perjuangan

- Jurnalis

Jumat, 9 Februari 2024 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmat Dermawan, DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) daerah pemilihan (Dapil) IV

Rahmat Dermawan, DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) daerah pemilihan (Dapil) IV

Infonusa.co, Samarinda – Mengenal lebih dekat sosok Rahmat Dermawan, pria 32 tahun, calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi kawasan Samboja, Muara Jawa, dan Sangasanga. Lantas, bagaimana sosok Rahmat Dermawan? Rahmat menceritakan satu persatu runtut kehidupannya hingga menjadi calon legislatif Partai Persatuan Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Rahmat membuka cerita saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kala itu, ia kerap diremehkan sebelah mata. Ayah dan ibunya hanyalah seorang petani dan pedagang yang berjualan di salah satu pasar tradisional di Kecamatan Samboja. “Saya sering disepelekan. Orangtua saya tidak tamat SD, tapi punya keyakinan bahwa nasib keluarga akan berubah ketika anaknya diwarisi pendidikan yang baik,” katanya. Rahmat merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia lahir di Samboja pada 1991 silam. Pemuda pesisir ini sempat mengenyam pendidikan di SD 004 Samboja, MTS Al Jihad Samboja, MAN Nuruddin Samboja, hingga berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Mulawarman.

Kata Rahmat, kakak dan adiknya wajib merasakan pendidikan sampai bangku perguruan tinggi. Namun, hanya dirinya yang melanjutkan studi untuk menyandang gelar Magister di Samarinda.

“Saya hanya ingin mengangkat derajat orangtua, Meskipun harus berjuang tinggal di mushola selama 1,5 tahun untuk menempuh S2, tapi itu adalah perjuangan saya,” terangnya.

Semasa berkuliah, Rahmat Dermawan aktif berorganisasi di dalam atau internal kampus. Kala itu, ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden BEM Fisipol Universitas Mulawarman.

Tak hanya itu, Rahmat juga merupakan penggerak organisasi kedaerahan Himpunan Mahasiswa Samboja.

Pada 2016, ia juga mendirikan organisasi volunteer Rumah Inspirasi Kaltim dan organisasi ilmiah Distrik13 (diskusi tim dan riset) di Samboja.

“Selesai kuliah saya pulang kampung, mengaplikasikan banyak hal. Tapi memang terbatas, ketika jauh dari pusat ibukota provinsi, pembangunan di kampung sangat tertinggal,” ucap Rahmat.

“Masyarakat hanya menjadi objek ketika pemilu. Ini yang menampik saya, bahwa kampung harus punya gebrakan mengambil anggaran untuk pembangunan. Oleh karena itu saya putuskan untuk merantau lagi,” sambungnya.

Singkat cerita, pada 2019 Rahmat bertemu dengan politikus Samboja, Muhammad Samsun.

Di situ ia duduk berdialog dan memiliki pandangan yang sama terkait pembangunan daerah.

Ia pun diberikan amanah menjadi Tenaga Ahli DPRD Kalimantan Timur.

Rahmat pun mendapat kebebasan untuk menyerap banyak keluhan masyarakat di berbagai bidang seprti pertanian, perikanan, dan infrastruktur di desa-desa, termasuk transmigran jawa.

Hal tersebut akhirnya memantik Rahmat untuk memfasilitasi petani dan nelayan membuat proposal. Tidak jarang, proposal tersebut bertumpuk hingga berdus-dus di rumahnya.

“Saya keliling Kukar membuat proposal untuk petani, nelayan, dan masyarakat desa. Petani sulit pupuk, jalan desa putus, pembangunan yang tertinggal. Ini terus saya dorong, usulan itu harus direalisasikan,” terangnya.

Sebagai orang yang akan bertarung di kontestasi pemilihan legislatif 2024, Rahmat Dermawan justru makin sibuk bertemu masyarakat.

Menurutnya, untuk mendapat legitimasi menjadi wakil rakyat, para politisi harus lebih dulu menjadi bagian dari mereka.

Kata dia, turun ke masyarakat menjadi bagian dalam proses perjalanan hidup Rahmat Dermawan, bukan hanya pencitraan menjelang pemilu.

Menurutnya, Pemilu 2024 merupakan momentum pembuktian bahwa selama ini masyarakat merasa terfasilitasi atau tidak dengan keberadaan dirinya.

“Lihat komitmennya dalam membangun daerah. Jangan sampai memilih orang yang hanya datang menawarkan uang menjelang pemilu,” ucap Rahmat mengakhiri.

Berita Terkait

Demi Keadilan, GMKI dan GAMKI Kaltim Kawal Proses Perizinanan Pendirian Gereja Toraja di Samarinda
Abdul Rasid Serap Aspirasi Warga Batu Dinding, Fokus pada Perbaikan Infrastruktur
Ahmad Yani Dorong Pemenuhan Tenaga Medis di Wilayah Hulu Kukar
DPD KNPI Kaltim Resmi Tunjuk Irwansyah Nakhodai Caretaker KNPI PPU
Momentum HUT ke-52, Caretaker DPD KNPI Kaltim Gelar Dialog & Sarahsehan
TPS Padat Karya Dikeluhkan Warga, Komisi III DPRD Samarinda Segera Bertindak
Pencarian ABK Hilang di Sungai Mahakam Berakhir, Tim SAR Temukan Korban
Maritim Muda Kaltim Ajak Masyarakat Dorong Pemerintah Untuk Rancang dan Ketok Palu Revitalisasi Jembatan Mahakam 1
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Agustus 2025 - 20:30 WIB

Demi Keadilan, GMKI dan GAMKI Kaltim Kawal Proses Perizinanan Pendirian Gereja Toraja di Samarinda

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:41 WIB

Abdul Rasid Serap Aspirasi Warga Batu Dinding, Fokus pada Perbaikan Infrastruktur

Rabu, 30 Juli 2025 - 22:43 WIB

Ahmad Yani Dorong Pemenuhan Tenaga Medis di Wilayah Hulu Kukar

Rabu, 30 Juli 2025 - 20:44 WIB

DPD KNPI Kaltim Resmi Tunjuk Irwansyah Nakhodai Caretaker KNPI PPU

Senin, 28 Juli 2025 - 16:27 WIB

Momentum HUT ke-52, Caretaker DPD KNPI Kaltim Gelar Dialog & Sarahsehan

Berita Terbaru