Soroti Praktik Titip di Wadah Pendidikan, Damayanti Serukan Perbaikan Sistem Penerimaan Siswa

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Infonusa.co, Samarinda – Isu lama kembali mencuat di tengah proses penerimaan murid baru di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni adanya praktik titip-menitip siswa yang dianggap mencederai asas keadilan dalam dunia pendidikan.

Bagi Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, fenomena tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai sekadar kebiasaan atau persoalan etika, melainkan sebagai cerminan dari kegagalan sistem seleksi yang belum sepenuhnya transparan dan adil.

Anggota Komisi IV, Damayanti, menilai praktik tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip pemerataan pendidikan yang dijamin oleh konstitusi. Ia menekankan bahwa tingginya animo terhadap sekolah unggulan memang menjadi faktor pendorong, namun akar persoalan justru terletak pada lemahnya pengawasan dan ketidakjelasan dalam prosedur seleksi yang membuka celah bagi intervensi.

“Kalau sistem seleksinya jelas, terbuka, dan adil, tidak akan ada ruang untuk titip-menitip. Ini persoalan sistemik, bukan hanya soal favoritisme,” jelas Damayanti.

Legislator Wanita tersebut, menyebut fenomena yang ada saat ini bisa berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan publik.

Selain itu, polemik tersebut juga dapat menimbulkan ketidakadilan bagi siswa lain, sebab  praktik yang digunakan dapat menciptakan kesalahpahaman yang rawan terjadi akibat penyalahgunaan sistem.

“Anak-anak yang seharusnya lolos lewat jalur murni bisa tersingkir hanya karena ada sistem yang membiarkan ‘jalur belakang’. Ini melukai keadilan sosial,” tegasnya.

Menurut Damayanti, salah satu akar masalahnya adalah ketimpangan kualitas dan kapasitas antar sekolah di Kaltim, terutama di wilayah padat penduduk. Selama tidak ada pemerataan, orang tua akan terus berlomba menitip anak ke sekolah yang dianggap ‘aman’ dan ‘bermutu’.

Namun, ia menekankan bahwa pemerataan saja tidak cukup jika Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak segera diperbaiki. Ia mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim untuk mengevaluasi menyeluruh sistem yang ada, termasuk aspek pengawasan dan pelaporan.

“Kalau memang ingin menghapus praktik ini, harus dibarengi dengan sistem penerimaan yang ketat, digital, dan bisa diaudit. Tidak bisa hanya mengandalkan moral semata,” timpalnya.

Dengan ini, Damayanti beri usulan untuk proses penerimaan siswa kedepan dapat memiliki saluran aduan publik secara masif. Demi meningkatkan pengawasan dari praktik praktik yang tak seharusnya di terapkan pada dunia Pendidikan (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru