Infonusa.co, Samarinda – Lebaran Hari Raya Idul Fitri hanya tinggal menghitung hari, suasana disertai keinginan untuk balik ke kampung halaman masing masing mulai terasa. Namun, jalan antar daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) terlihat masih menyisakan beberapa ruas yang belum memadai
Melihat hal itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Muhammad Samsun, angkat bicara. Dirinya
merespon terkait masalah tersebut, menurutnya pada lonjakan arus kendaraan menjelang hari raya tidak selaras dengan kondisi infrastruktur jalan.
“Kami tak ingin masyarakat mudik dalam kekhawatiran. Perbaikan jalan harus dipercepat, terutama di titik-titik rawan yang bisa membahayakan pengendara,” ujarnya.
Maka dari itu, langkah konkret pun diambil dengan pengiriman alat berat dan tenaga teknis yang sudah dikoordinasikan ke beberapa ruas jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Perhatian utama tertuju pada jalur vital seperti Sanggurja–Muara Jawa, Marangkayu–Bontang, hingga akses menuju Kutai Barat.
Meski begitu, tantangan tak sedikit. Proyek perbaikan yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah seperti Samarinda–Palaran dan Sanga-Sanga–Dondang disebut sudah 95 persen rampung. Namun, beberapa ruas masih tersandera kendala administratif—dari proses MoU hingga pencairan anggaran yang memakan waktu.
“Birokrasi memang tak bisa dipotong begitu saja. Tapi kami tetap pantau. Dukungan teknis kami siapkan, supaya pengerjaan di lapangan tidak stagnan,” ucapnya.
Cuaca juga tak bersahabat. Kombinasi hujan deras dan suhu panas ekstrem belakangan ini mempercepat kerusakan jalan, memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas. Samsun pun mengingatkan pengendara untuk tak lengah.
“Kurangi kecepatan. Jika bisa, hindari jalur yang rusak parah. Keselamatan tetap nomor satu,” tegas Samsun.
Pemerintah provinsi melalui Dinas PU disebut tengah bekerja keras mempercepat perbaikan, menambal lubang, memperkuat bahu jalan, hingga mengamankan titik-titik rawan longsor. Harapannya warga bisa mudik dengan tenang, dan Lebaran tetap jadi momen yang hangat, bukan petaka di jalan. (San/Adv/DPRDKaltim)









