Soal IKN, DPP Barmuda Ingatkan Potensi Misinformasi dan Mispersepsi

- Jurnalis

Jumat, 24 Desember 2021 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP Barmuda, H Anderiy Syachrum.

Ketua Umum DPP Barmuda, H Anderiy Syachrum.

infonusa.co, Samarinda – Pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim direspon positif. Kendati demikian, potensi misinformasi dan mispersepsi bisa saja terjadi jika semua pihk terkait hingga kini masih minim melakukan sosialisasi. Hal tersebut diungkapkan H. Anderiy Syachrum, Ketua Umum DPP Barmuda.

Menurut H. Anderiy Syachrum, pemindahan IKN tinggal menghitung hari. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan surat tentang RUU IKN kepada pimpinan DPR RI, Puan Maharani.

Menindaklanjuti surat tersebut, urai H. Anderiy Syachrum, pimpinan DPR RI juga telah membentuk pansus untuk membahas RUU IKN. “Kami lihat dalam hal teknis pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR juga telah membentuk satgas untuk mengawal pembangunan infrastruktur IKN,” katanya, dalam keterangan pers Jumat 24 Desember 2021, hari ini.

Di lain sisi, H. Anderiy Syachrum juga melihat dinamika yang terjadi di masyarakat Bumi Mulawarman. Terutama masyarakat adat yang bermukim di sekitar titik nol IKN. Terlebih sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor dalam keterangannya di sejumlah media menjamin lokasi pembangunan IKN tak ada menggunakan lahan masyarakat.

“Masih ada keluh kesah dari mereka (masyarakat, Red.). Dari informasi yang kami himpun, sebagian lahan mereka masuk lokasi pembangunan IKN,” ujarnya. “Kondisi ini harus segera clear mengingat sosialisasi dari Pemerintah Pusat soal perpindahan IKN juga minim kepada masyarakat,” timpal H. Anderiy Syachrum.

Makanya, H. Anderiy Syachrum mendorong intensitas sosialisasi sebagai upaya untuk menjawab semua keluhan masyarakat soal perpindahan IKN.

“DPP Barmuda sebagai bagian dari masyarakat Kaltim sangat menyambut positif pindahnya IKN di Kaltim. Sebab pindahnya IKN ke Kaltim yang secara geografis letaknya di tengah dapat mengubah paradigma publik yang selama ini manganggap pembangunan Indonesia cenderung Jawasentris,” tegasnya.

Hal penting yang harus diketahui oleh seluruh elemen masyarakat Kaltim, lanjut H. Anderiy Syachrum, adalah pasca Kaltim ditetapkan sebagai IKN, maka Kaltim menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia. “Harus dipahami dalam pembangunan IKN harus merepresentasikan kemajemukan di Indonesia sebagai identitas kebangsaan,” tukasnya. (***)

Berita Terkait

Surplus Beras Nusantara 2025: Mengapa Petani Terjebak Pengepul, Bukan Mandiri Pangan?
Krisis Ekologis: Ketika Tauhid Terlupakan dan Makna Khalifah Fil Ardh Hilang
UBD Sambut Hangat Tim MIP FPIK Unmul untuk Eksplorasi Kerja Sama Riset dan Akademik
Peringatan Maulid Nabi 1447 H di Madrasah Darussalam IBS Meriah, Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah
20 Kader PDIP jadi Pejabat Eselon II Hasil Main Curang, Ada Pimpinan DPRD Jakarta
PPPKMI Kaltim Gelar Musda Perdana, Nahara Isnani Terpilih Jadi Ketua Baru
Langkah Baru KNPI di Kaltim: Caretaker Ditunjuk, HUT ke-52 Siap Digelar
Bangun Solidaritas, Keraton Kainmas Berbagai Hewan Kurban Pada Momentum Idul Adha
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 02:34 WIB

Surplus Beras Nusantara 2025: Mengapa Petani Terjebak Pengepul, Bukan Mandiri Pangan?

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:49 WIB

Krisis Ekologis: Ketika Tauhid Terlupakan dan Makna Khalifah Fil Ardh Hilang

Rabu, 12 November 2025 - 12:07 WIB

UBD Sambut Hangat Tim MIP FPIK Unmul untuk Eksplorasi Kerja Sama Riset dan Akademik

Sabtu, 20 September 2025 - 21:09 WIB

Peringatan Maulid Nabi 1447 H di Madrasah Darussalam IBS Meriah, Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:04 WIB

20 Kader PDIP jadi Pejabat Eselon II Hasil Main Curang, Ada Pimpinan DPRD Jakarta

Berita Terbaru