Skema Pendanaan Asrama SMA Negeri Dinilai Belum Tepat, DPRD Kaltim Minta Evaluasi Menyeluruh

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi

Infonusa.co, Samarinda – DPRD Kalimantan Timur kembali menaruh perhatian pada pengelolaan pembiayaan asrama di sekolah negeri. Sorotan ini muncul setelah beredarnya surat edaran mengenai biaya asrama di salah satu SMA negeri di Samarinda yang menuai keberatan dari sebagian wali murid.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan belum matangnya perencanaan anggaran asrama, sehingga pembiayaan operasional tidak sepenuhnya terakomodasi oleh anggaran yang tersedia.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menilai polemik pungutan tersebut terjadi akibat

perhitungan kebutuhan yang tidak disusun secara akurat sejak awal. Ia mendorong pemerintah daerah segera melakukan peninjauan ulang agar sistem pembiayaan asrama lebih transparan dan tidak membebani orang tua siswa, terutama dari kalangan ekonomi lemah.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan perlu menyusun ulang perhitungan kebutuhan asrama secara menyeluruh. Idealnya, seluruh biaya operasional ditanggung pemerintah agar sekolah tidak lagi menarik kontribusi tambahan dari orang tua,” ujar Darlis.

Ia menjelaskan, ketiadaan skema pendanaan yang memadai membuat sebagian sekolah berada dalam posisi sulit, sehingga meminta partisipasi orang tua untuk menutup kekurangan anggaran. Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan semangat penyelenggaraan pendidikan negeri yang seharusnya inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini, terdapat tiga SMA negeri di Kalimantan Timur yang menerapkan sistem pendidikan

berasrama. Namun ketiganya menghadapi tantangan serupa, yakni kebutuhan operasional asrama yang jauh melampaui anggaran yang dialokasikan pemerintah.

Darlis menyebutkan bahwa bantuan sebesar Rp1,56 juta per siswa setiap bulan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar asrama, sehingga menimbulkan celah pembiayaan yang berujung pada polemik di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa ketidaksesuaian antara kebutuhan dan anggaran berpotensi memunculkan anggapan bahwa kebijakan pendidikan gratis tidak berjalan optimal. Oleh karena itu, DPRD Kaltim meminta agar penyusunan anggaran pada APBD mendatang dilakukan secara lebih realistis dan berpihak pada pemenuhan kebutuhan riil asrama.

“Kalau ingin pendidikan gratis benar-benar dirasakan, maka anggaran harus disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan, bukan sebaliknya,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Jumat, 4 September 2026 - 16:57 WIB

Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru