“Si Pesut” Jadi Rencana Dalam Pengelolaan Sampah di Samarinda, Begini Penjelasan Aan

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Aan Ardiansyah.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Aan Ardiansyah.

Infonusa.co, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda saat ini telah menginformasikan akan membangun sistem pengelolaan sampah yang baik dari Rumah Tangga yang dinamakan Si Pesut.

Informasi tersebut datang dari, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Aan Ardiansyah.Dirinya telah beri penjelasan singkat terkait bagaimana sistem tersebut akan berjalan nantinya.

“Jadi bagaimana kita membangun sebuah sistem pengolahan sampah itu dari Rumah Tangga sudah terpilah kemudian di bank sampah terpilah lagi, mana yang residu dan mana yang bisa kita manfaatkan dan kemudian diteruskan oleh pihak ketiga yang ingin memanfaatkan komoditi sampah,” jelasnya.

“Itu akan menjadi sistem, dan kalau sudah berbicara sistem disitu ada peraturan ada program, dan kita kasih nama si pesut itu supaya tetap menggambarkan kota Samarinda,” sambungnya.

Aan juga menyampaikan, menurutnya pengelolaan sampah yang bagus untuk dijadikan percontohan adalah Jakarta. Sebab, masyarakat disana jauh lebih banyak dengan berbagai macam karakter, ada yang bersih dan juga memang ada yang gemar membuang sampah sembarangan. Sehingga dirinya studi banding ke Jakarta Recycle Center.

Lanjut, Aan mengungkapkan terkait anggaran untuk sistem tersebut masih belum dipelajari lebih dalam. Namun, dirinya yakin jika anggaran yang dibutuhkan tidak banyak dan malah akan menambah keuntungan.

“Tidak akan ada anggaran yang kita keluarkan sebab sudah di pilah. lalu juga akan di pilah lagi di bank sehingga kita akan pilih mana yang bisa di bayar dan tidak bisa di bayar, lalu sampah residu akan kita bakar, dan bermanfaat kita jual,” bebernya.

Untuk menjalankan sistem tersebut kata Aan, Dirinya akan mencoba di dua RT, masing masingnya mewakili daerah pemukiman dan perumahan, yang dimana dua daerah tersebut memiliki karakter yang berbeda.

“Kita akan coba jalankan sistem itu di daerah pemukiman dan perumahan, supaya kita tahu masalahnya dimana dan tahu terkait biayanya,” ujar Aan.

Diakhir, dirinya mengatakan bahwa implementasi dari sistem tersebut akan dilaksanakan setelah lebaran. Sebab, pada bulan ramadhan nanti pihaknya akan menyusun konsep secara matang, setelah itu akan turun ke lapangan di dua RT tersebut untuk dijalankan. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru