Sekolah Filial di Daerah Terpencil Masih Terabaikan, Komisi IV DPRD Kaltim Angkat Suara

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin

Infonusa.co, Samarinda – Di balik upaya pemerataan pendidikan, masih ada sekolah-sekolah di pelosok Kalimantan Timur yang bertahan dengan keterbatasan selama bertahun-tahun. Kondisi inilah yang kembali mencuat setelah sejumlah guru dari wilayah terpencil menyampaikan keluhannya langsung ke DPRD Kaltim.

Komisi IV DPRD Kaltim menerima laporan terkait sekolah filial yang hingga kini beroperasi tanpa dukungan fasilitas yang memadai. Keluhan tersebut datang dari para tenaga pendidik di Kabupaten Kutai Kartanegara yang merasa perhatian terhadap sekolah tempat mereka mengabdi belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, mengatakan para guru menyampaikan bahwa ada sekolah filial yang sudah berdiri belasan bahkan puluhan tahun, namun nyaris tidak pernah tersentuh pembangunan berarti.

“Sekolahnya tetap jalan, muridnya ada, gurunya mengajar, tapi fasilitasnya itu-itu saja sejak lama,” ujar Fuad.

Ia menilai dedikasi para guru patut diapresiasi karena tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan sarana dan akses. Sekolah filial, kata dia, sering kali menjadi satu-satunya pintu pendidikan bagi anak-anak di daerah yang jauh dari pusat kecamatan maupun kota.

Fuad menegaskan, kondisi geografis yang sulit dijangkau justru seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memberi perhatian lebih. Menurutnya, keberadaan sekolah filial sangat strategis dalam menjaga agar hak pendidikan masyarakat di wilayah terluar tetap terpenuhi.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa pemerintah pusat saat ini menunjukkan komitmen kuat terhadap sektor pendidikan melalui berbagai kebijakan, mulai dari program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga penguatan digitalisasi pembelajaran.

Namun Fuad mengingatkan, seluruh program nasional tersebut tidak akan berjalan optimal jika tidak ditopang oleh kesiapan infrastruktur pendidikan di daerah.

“Kebijakan pusat sudah cukup progresif, tinggal bagaimana daerah memastikan sekolah-sekolah di lapangan punya fasilitas yang layak,” tutupnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN
ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN
Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut
Pemkab Kukar dan Kodim Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas Daerah
Dispora Kukar Susun Kerangka Kontingen KORMI, Tunggu Kepastian Inorga di Fornas
Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:15 WIB

ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemkab Kukar dan Kodim Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dispora Kukar Susun Kerangka Kontingen KORMI, Tunggu Kepastian Inorga di Fornas

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:31 WIB