Sarkowi Soroti Populasi Pesut Mahakam yang di Ambang Krisis, Sebut Perlu Adanya Aksi Nyata

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.

Infonusa.co, Samarinda – Kekhawatiran terhadap makin berkurangnya populasi Pesut Mahakam kembali mencuat. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, mengingatkan semua pihak agar tidak lengah melihat kondisi spesies endemik sungai tersebut yang kini berada di titik kritis.

“Pesut Mahakam itu ikon dan kekayaan hayati Kalimantan Timur. Kalau kita abai, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita hanya bisa mengenalnya lewat cerita,” ujar Sarkowi.

Ia menuturkan, pesut memiliki siklus hidup yang panjang namun tingkat reproduksinya sangat rendah. Dalam rentang hidup sekitar 40 tahun, satu individu hanya bisa melahirkan maksimal tiga kali. “Dengan kondisi seperti ini, jelas populasinya sangat rawan menyusut,” terangnya.

Sarkowi menilai langkah konservasi tidak bisa ditunda lagi. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor—pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, akademisi, aktivis lingkungan, hingga pelaku industri—untuk menyusun strategi penyelamatan yang lebih sistematis.

“Ini harus dilihat sebagai kerja kolektif. Regulasi lingkungan mesti benar-benar ditegakkan, penyuluhan kepada masyarakat diperluas, dan yang tak kalah penting adalah dukungan anggaran yang mencukupi,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya roadmap konservasi Pesut Mahakam yang jelas, berkelanjutan, dan bisa dievaluasi secara berkala. Menurutnya, tanpa peta jalan, upaya penyelamatan hanya akan bersifat seremonial.

“Pesut Mahakam bukan sekadar simbol Kaltim, tapi warisan nasional. Kita semua punya kewajiban moral untuk memastikan generasi mendatang masih bisa melihat hewan ini hidup di habitat aslinya,” tukas Sarkowi. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB