Infonusa.co, Samarinda – Fenomena maraknya praktik prostitusi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memicu keprihatinan serius dari anggota legislatif.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menilai persoalan tersebut bukan sekadar pelanggaran norma sosial, melainkan ancaman nyata bagi citra kawasan strategis nasional yang sedang dibangun sebagai pusat peradaban baru.
“Jika dibiarkan, praktik ini dapat mengikis nilai budaya lokal sekaligus merusak sendi moral masyarakat yang hidup di sekitar IKN,” ucap politisi Golkar tersebut.
Ia menekankan bahwa keberadaan IKN bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, Sarkowi menilai pemerintah tidak boleh abai terhadap penyakit sosial yang tumbuh di sekitarnya.
Menurutnya, penindakan sporadis seperti razia sesekali tidak cukup. Dibutuhkan strategi komprehensif yang melibatkan aspek edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta penegakan hukum yang konsisten.
“Pencegahan harus dimulai dari akar persoalan. Masyarakat perlu diberi pemahaman agar tidak terjebak, baik menjadi pelaku maupun pengguna. Terutama kelompok yang rentan secara ekonomi,” tegasnya.
Sarkowi juga meminta aparat lebih serius membongkar jaringan yang mengendalikan praktik prostitusi, termasuk peran para mucikari. Ia menekankan perlunya operasi rutin yang berkesinambungan, bukan sekadar tindakan sesaat yang kehilangan efek jera.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya bagi warga sekitar, tetapi juga terhadap citra IKN di mata publik nasional maupun internasional.
Karena itu, Sarkowi menyerukan agar Pemprov Kaltim, Otorita IKN, aparat penegak hukum, hingga masyarakat bekerja sama menutup ruang tumbuhnya prostitusi di kawasan penyangga IKN.
“Lebih baik kita menanganinya sejak dini, daripada nanti menjadi masalah besar yang justru mencoreng nama baik IKN,” tutupnya.(San/Adv/DPRDKaltim)









