Sarkowi Desak Aksi Nyata dan Minta Penegakan Hukum Lingkungan Jangan Tebang Pilih

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.

Infonusa.co, Samarinda – Ketimpangan dalam penegakan hukum lingkungan kembali menuai sorotan tajam. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, menyuarakan kekhawatiran terhadap masih lemahnya tindakan hukum terhadap korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan.

“Faktanya, penegakan hukum kita masih tajam ke bawah, tumpul ke atas. Rakyat kecil cepat ditindak, sementara perusahaan besar terus melenggang,” ujarnya lantang.

Sarkowi menegaskan bahwa praktik pembiaran terhadap perusahaan-perusahaan besar yang tidak patuh pada regulasi lingkungan bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi juga membuka ruang bagi kerusakan ekologis yang makin meluas.

Ia merujuk data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim yang menyebutkan masih banyak perusahaan, terutama di sektor pertambangan, belum memenuhi kewajiban pengelolaan limbah dan reklamasi pascatambang.

“Kita bicara tentang perusahaan yang meraup keuntungan dari tanah Kaltim, tapi kontribusinya justru merusak. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas legislator asal Golkar itu.

Lebih jauh, Sarkowi menilai bahwa ketidaktegasan penegak hukum dan lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi salah satu penyebab utama ketimpangan dalam tindakan.

Padahal, kata dia, Kaltim tengah berada di titik krusial sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Jika lingkungan tidak dijaga, maka kerusakan ekologis akan menjadi beban jangka panjang yang menumpuk.

“Kita butuh pengawasan yang tidak hanya seremonial. Ada pelanggaran, harus ada sanksi. Jangan hanya teguran administratif yang tidak berdampak,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat sipil kini semakin sadar dan tidak bisa terus dibohongi. Desakan terhadap transparansi dan akuntabilitas kian kuat.

“Jangan sampai publik menganggap negara kalah oleh korporasi. Penegakan hukum harus tegas, konsisten, dan tidak pilih kasih,” pungkasnya.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB