Sapto Nilai Program “Koperasi Merah Putih” Sebagai Kesempatan Besar Sekaligus Ujian Berat

- Jurnalis

Selasa, 17 Juni 2025 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, 

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, 

Infonusa.co, Samarinda – Di tengah berbagai dinamika nasional, muncul harapan baru dari pelosok Kalimantan Timur melalui program “Koperasi Merah Putih”. Inisiatif dari pemerintah ini bertujuan menghidupkan perekonomian berbasis koperasi di tingkat desa. Meski disambut antusias, program ini juga menyisakan kekhawatiran soal kesiapan implementasinya.

Melalui program ini, setiap koperasi di desa atau kelurahan akan memperoleh akses pinjaman menengah hingga Rp3 miliar. Tujuan utamanya adalah menggerakkan sektor riil dari level paling bawah dan membuka peluang kerja bagi jutaan orang.

Pemerintah pusat menargetkan perubahan status koperasi desa menjadi “Merah Putih” rampung pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Sapto Setyo Pramono menilai, terlepas dari potensi besar yang ditawarkan, program ini mengandung risiko yang tidak ringan.

“Ini bukan sekadar soal kucuran dana, tapi menyangkut perubahan menyeluruh dari kelembagaan sampai tata kelola. Kalau tidak dipersiapkan dengan matang, alih-alih membangkitkan, justru bisa menimbulkan kerentanan baru,” ujar Sapto.

Dirinya menekankan pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu, khususnya dalam pengelolaan Dana Desa yang kerap menimbulkan masalah hukum akibat rendahnya kapasitas pengelolaan dan akuntabilitas.

“Dana sebesar Rp3 miliar ini bukan bantuan cuma-cuma, melainkan pinjaman yang wajib dikembalikan. Sedikit kesalahan bisa membuat koperasi gagal dan membawa dampak buruk bagi desa,” lanjutnya.

Di Kalimantan Timur, tercatat sekitar 400 koperasi desa dinyatakan siap untuk bertransformasi. Wakil Gubernur Seno Aji menyampaikan bahwa aspek legalitas dan struktur organisasi koperasi menjadi fokus dalam proses verifikasi.

Meski demikian, Sapto menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kesiapan administratif, melainkan juga pada pendampingan intensif dan peningkatan literasi keuangan. Tanpa dukungan tersebut, dia khawatir program ini hanya menjadi jargon kosong yang justru membebani desa dengan utang.

Secara nasional, semangat peluncuran program ini cukup besar. Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikannya secara simbolis pada 28 Oktober 2025. Pemerintah pusat bahkan memproyeksikan penciptaan dua juta lapangan kerja melalui inisiatif ini.

Namun demikian, para pakar kebijakan mengingatkan bahwa dukungan intelektual dan sosial sama pentingnya dengan modal uang.

Sapto pun sependapat. “Desa bukan sekadar tempat menyalurkan dana. Mereka perlu diberi keterampilan, pendampingan, pelatihan, dan pengawasan yang ketat. Tanpa itu, program ini hanya akan mengganti kegagalan lama dengan nama baru,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru