Sapto Nilai Potensi Sungai Mahakam Dapat Dikembangkan Sebagai Sumber PAD

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (ist)

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Di tengah tantangan ketergantungan pada sektor batu bara, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menyerukan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Sapto mendesak Pemprov Kaltim agar lebih serius mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari alur Sungai Mahakam, terutama di zona 0-12 mil yang hingga kini belum tergarap maksimal.

Menurut Sapto, dominasi batu bara dalam struktur PAD membuat Kaltim rentan terhadap gejolak pasar global dan dinamika geopolitik, khususnya dengan negara mitra utama seperti Tiongkok dan India.

“Untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekspor, kita perlu mengembangkan sumber pendapatan baru, seperti potensi alur sungai dan laut,” jelas Sapto.

Dirinya mengatakan bahwa perbedaan hak pengelolaan dan pemanfaatan alur Sungai Mahakam bukan penghalang untuk menghasilkan PAD, asalkan dikelola secara profesional.

“Jadi pengelolaan dan pemanfaatan alur segemn 0–12 mil sungai Mahakam potensial untuk jadi sumber PAD baru. Sayangnya belum dimaksimalkan,” tuturnya.

Sapto meyebut dengan payung hukum yang sudah lengkap, pengembangan sektor ini sebagai sumber pendapatan daerah baru dapat segera dilakukan tanpa hambatan regulasi.

“Kalau sudah ada perdanya, ya bisa dilakukan pungutan resmi. Tinggal bagaimana Pemprov serius menata dan menjalankan itu secara profesional,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Sapto, menyoroti penggunaan alur sungai oleh banyak perusahaan tambang dan logistik yang menurutnya belum memberikan kontribusi optimal ke kas daerah.

Dirinya menyarankan agar ada kerja sama yang kuat dengan BUMD atau pihak ketiga untuk mengelola secara terukur dan tidak membebani pelaku usaha secara berlebihan.

“Perusahaan-perusahaan yang angkut hasil tambang lewat sungai, itu banyak. Tapi belum optimal kontribusinya. Harus ditata. Bukan mempersulit, tapi biar adil dan ada nilai tambah untuk daerah,” sebut Sapto.

Sapto menilai, untuk PAD yang berkelanjutan, Kaltim perlu memanfaatkan potensi ekonomi sektor maritimnya yang meliputi transportasi air, perikanan, wisata bahari, dan jasa pelabuhan.

“Kita punya sungai besar, punya juga laut. Kalau semua itu digarap dengan tata kelola yang baik, bukan mustahil PAD kita bisa naik tanpa harus bergantung penuh pada tambang,” tutup Sapto. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Safari Subuh Kukar Buka Ruang Sinergi Masjid dan Program Pemerintah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:57 WIB