Sapto Anggap Sampah Tantangan Samarinda : Perlunya Pengelolaan Sampah Secara Efektif

- Jurnalis

Kamis, 24 April 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono

Infonusa.co, Samarinda – Persoalan sampah di Kota Samarinda kerap menjadi isu yang tak terbantahkan dan kerap jadi sorotan masyarakat maupun pemerintah Kota dan Provinsi. Maka untuk itu diperlukan metode dan sistem pengelolaan yang dikendalikan dengan baik.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengelola sampah secara standar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan.

Sapto sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sampah merupakan tantangan yang ada di kota-kota besar, tidak hanya di Samarinda saja. Sehingga ia mendorong agar Pemkot mampu mengelola sampah secara lebih baik dan mandiri.

Selain pengelolaan sampah secara mandiri, Sapto mengingatkan masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah yang bisa dilakukan dari tingkat RT di setiap kelurahan dan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak berdekatan dengan fasilitas umum seperti sekolah atau permukiman warga.

“Sampah harus bisa dikelola dengan efektif kalau tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, masyarakat juga jangan lupa untuk diedukasi karena itu sangat penting apalagi sekarang ada sekitar 800 ribu jiwa masyarakat Kota Samarinda ini,” jelas Sapto.

Lebih lanjut kata Sapto, masyarakat harus terus diedukasi tentang pemahaman soal sampah, baik mulai dari memilah plastik, sampah basah, sampah kering bahkan sampah yang langsung hasil rumah tangga, agar pengelolaan dapat berjalan dengan mudah ia menyarankan agar pemerintah dapat melakukan sosialisasi hingga ke tataran RT.

“Masyarakat itu perlu diedukasi, kalau hanya regulasi tanpa edukasi itu akan sulit dipahami, instruksinya harus jelas dan mudah dimengerti,” terangnya.

Dirinya berharap paradigma masyarakat bisa berubah dari sekadar membuang sampah menjadi lebih memahami nilai ekonomis di balik pengolahan sampah tersebut.

Sapto juga menyampaikan harapannya kepada Wali Kota Samarinda terpilih nanti untuk menerapkan ilmu yang telah didapat saat melakukan kunjungan ke luar negeri untuk mempelajari pengelolaan sampah dan mengimplementasikan di Samarinda.

“Dengan adanya studi banding ke luar negeri, semoga pengelolaan sampah yang efektif dapat diadopsi dan diterapkan di Samarinda,” pungkas Sapto. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru