Sani Harap Permasalahan Stunting di Kota Samarinda Dapat Terselesaikan

- Jurnalis

Jumat, 15 Maret 2024 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain (Ikhsan/Infonusa.co)

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Pernikahan usia dini adalah salah satu variabel penyebab terjadi stunting. Beberapa faktor sebabnya adalah kurang siapnya pasangan suami istri dibawah umur soal asupan gizi yang cukup semasa kehamilan, kematangan psikologis dan organ reproduksi, serta pengetahuan tentang pola asuh yang benar.

Melihat hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain menyampaikan bahwa pernikahan dini kerap menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan anak dan juga ibu.

Sani mengungkapkan jika terjadi kehamilan pada usia ibu yang terlalu muda dirinya menilai hal tersebut belum sepenuhnya siap jika ibu tersebut mengandung dan melahirkan seorang bayi.

“Pernikahan dini tidak hanya merenggut kesehatan fisik seorang anak namun juga menghancurkan potensi masa depan mereka,” jelas Sani pada Kamis (14/3/2024).

Lanjutnya, sani berharap agar bisa memutus mata rantai pernikahan dini dan ini merupakan tanggung jawab bersama serta tidak bisa diabaikan oleh masyarakat terutama para generasi muda bangsa.

“Pencegahan dan edukasi guna memutus rantai pernikahan dini yang menyebabkan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, sambung Sani stunting di Kota Samarinda bukan sekedar angka namun merupakan permasalahan waktu yang nantinya akan mengancam masa depan generasi ke depannya.

Akhir Sani, ia menegaskan oleh sebab itu perlu upaya-upaya khusus untuk mengatasi permasalahan stunting tersebut. Sehingga hal yang ditakutkan kedepannya dapat diatasi dan dicegah terlebih dahulu.

“Situasi stunting di Samarinda bukan sekedar angka, tapi merupakan bom waktu yang mengancam masa depan generasi kita,” tutupnya (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru