Samri Anggap Rampungnya Terowongan tak Jamin Kuat, Sebab Tanah yang Labil

- Jurnalis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Ikhsan/Infonusa.co)

Wakil ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra. Mengatakan sebelum pembangunan terowongan di gunung mangga pihaknya telah memanggil kontraktor untuk mempersentasikan kinerja yang mereka pernah lakukan serupa di Indonesia.

“Kemudian kami tanya coba tunjukan daerah dimana anda pernah membangun terowongan semacam ini di Indonesia,” ucap Samri

“Terus mereka tunjukan daerah di Jawa Tengah tapi itu jalurnya kereta api,” tambahnya

Samri membeberkan perbedaan kondisi tanah di daerah Jawa dan di Kalimantan sangat jauh. Menurutnya tekstur tanah di Jawa keras sehingga untuk pembangunan bagus sedangkan di Kalimantan tekstur tanahnya sulit ditebak dan gampang mengalami longsor.

“Sebenarnya kalau membandingkan Jawa dan disini sangat jauh berbeda. Tanah kita itu beda sama Jawa, Jawa itu tanahnya keras kita disini labil dan raja longsor,” imbuhnya

Lanjut Samri, di awal penyampaian Pemerintah ingin membangun terowongan dirinya ragu terhadap kekuatannya, bahkan masyarakat berpikir ketika ingin melintas di bawahnya.

“Makanya dari awal itu ketika disebut terowongan saya itu sudah ragu dan bahkan masyarakat samarinda itu nanti mau masuk situ berpikir loh,” tuturnya

Lebih lanjut, Dirinya menyampaikan opsi yang paling tepat sebenarnya untuk dilakukan yaitu pemotongan gunung ataupun pembangunan flyover, namun di dapatin penolakan opsi tersebut dikarenakan biaya lebih mahal dalam proses pembangunannya.

“Katakanlah ini murah bikin terowongan, bahasanya itu lebih murah, murah di awal tapi mahal berkelanjutan sampai kita mati yang saya bilang mahal berkelanjutan itu lampu harus nyala 24 jam blower harus nyala 24 jam itu bukan uang sedikit, bayar tiap bulan,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru