Samarinda Penyangga IKN, Rohim Ingin Samarindan Atasi Masalah Ketahan Pangan

- Jurnalis

Senin, 22 April 2024 - 01:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Ikhsan/Infonusa.co)

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Dengan pindahnya Ibu Kota Nusantara (IKN) ke tanah Kalimantan Timur (Kaltim), banyak aspek yang jadi perhatian khusus untuk dipersiapkan.

Salah satunya, ialah perhatian terhadap tonggak perubahan kebutuhan dasar dalam mewujudkan ketahanan pangan dan tak sekedar memperhatikan infrastruktur. Saat ini Samarinda dan Kaltim (Kalimantan timur) masih menggantungkan kebutuhan dasar pangannya dari J awa ataupun Sulawesi.

Hal tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi II (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) DPRD Kota Samarinda. Abdul Rohim, dirinya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat mengatasi persoalan ketahanan pangan secara jangka panjang di Kota Samarinda.

Rohim meminta agar Pemkot Samarinda untuk terus melakukan inovasi guna mengatasi persoalan-persoalan terkait dengan ketahanan pangan yang ada di Kota Tepian, terlebih Samarinda masuk dalam 3 daerah penyanggah IKN.

“Pemerintah Kota mestinya fokus dengan apa yang menjadi kebutuhan saat ini dan bukan keinginan. Apalagi soal pangan yang jelas menjadi kebutuhan dasar kita,” ujar Abdul Rohim, pada (24/04/2024).

Rohim juga mencermati beberapa proyek yang memakan biaya cukup besar saat ini, seperti pembangunan Terowongan dan juga Teras Samarinda, Ia menilai mestinya kita mengacu pada proses perencanaan terlebih dahulu dan di perencanaan itu akan terlihat dan terbaca apa yang menjadi kebutuhan kita saat ini.

“Jadi ya mestinya alokasi anggaran itu di berikan untuk memenuhi apa yang sudah direncanakan. Terkait kebutuhan dasar kita seperti stabilitas harga ataupun soal pasokan pangan. Terlebih kita juga masuk dalam 3 daerah penyanggah IKN, dan kita pun harus mampu menyiapkan kebutuhan pangan kita” jelasnya.

Rohim menyampaikan bahwa saat ini Pemkot jangan hanya terfokus dalam membangun proyek – proyek besar dan malah mengabaikan apa yang telah menjadi kebutuhan dasar kita, dan hal tersebut menjadi PR pagi Pemerintah Kota.

“Kita sudah melakukan beberapa catatan kritik kita ke pemerintah, dan jika urusan-usaran mendasar belum selesai maka jangan dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang relevansinya kurang untuk kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru