Samarinda Diterjang Longsor Akibat Hujan Deras, Duka Menyelimuti Lempake

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Tanah Longsor di Kelurahan Lempake (foto)

Kondisi Tanah Longsor di Kelurahan Lempake (foto)

Infonusa.co, Samarinda – Sejak dini hari, hujan deras tak henti mengguyur Kota Samarinda, Senin (12/5/2025). Guyuran hujan dengan intensitas tinggi tak hanya menyebabkan genangan di puluhan titik kota, tetapi juga memicu bencana yang lebih mematikan: tanah longsor yang menerjang permukiman warga dan menyisakan duka mendalam.

Kejadian paling memilukan terjadi di Jalan Belimau Raya, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Di kawasan berbukit itu, longsor tiba-tiba terjadi sekitar pukul 06.00 Wita—saat sebagian besar warga masih berada di dalam rumah, belum sempat menyadari bahaya yang mengancam dari balik bukit. Dua orang dipastikan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Cuaca ekstrem ini bukan tanpa catatan; menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, data BMKG menunjukkan curah hujan mencapai 135 milimeter—angka yang sangat cukup untuk memicu longsor di kawasan lereng seperti Lempake.

Di antara rumah-rumah yang tertimbun adalah milik keluarga Sahrul (20). Sahrul, yang tengah bekerja di tambak ketika bencana terjadi, menerima kabar mengejutkan dari tetangganya bahwa rumahnya tertimpa longsor. Tanpa pikir panjang, ia segera bergegas pulang. Namun setibanya di lokasi, yang ia dapati hanyalah hamparan tanah dan reruntuhan yang menelan seluruh rumahnya.

“Sesampainya di rumah, saya tidak melihat apa-apa. Semuanya sudah rata dengan tanah,” ucap Sahrul dengan suara tertahan, menyiratkan kesedihan yang belum sempat berubah menjadi air mata.

Di dalam rumah itu, terdapat empat anggota keluarganya: sang ibu, Hamdana (50), kakaknya Nasrul (24), serta dua adiknya, Nurul Sakira (17) dan Fitri (14). Diperkirakan mereka sedang terlelap saat longsoran tanah menghantam tanpa peringatan.

Warga sekitar, Noviansyah, memberikan kesaksian yang menggambarkan detik-detik mencekam sebelum bencana. Ia menyebut bahwa listrik sempat padam, menciptakan suasana gelap yang menyelimuti kawasan tersebut. Hamdana, menurutnya, sempat keluar rumah dengan ponsel sebagai penerang. Namun tak lama setelah ia kembali masuk, tanah dari bukit di belakang permukiman tiba-tiba meluncur cepat, menyapu dua rumah yang berada di posisi paling depan.

“Longsor terjadi sangat cepat. Langsung mengenai dua rumah paling depan,” ujar Noviansyah, mengenang kembali detik-detik yang mengubah pagi itu menjadi tragedi.

Langit Samarinda mungkin telah kembali cerah, tetapi luka yang ditinggalkan di hati para korban dan warga sekitar masih jauh dari reda.

Berita Terkait

KNPI Kecamatan Anggana Kembali Hadirkan Street Run 2026, Jaga Silaturahmi dan Semangat Pemuda
DPD GAMKI Kaltim Bangun Komunikasi dengan Kodam VI/Mulawarman, Dorong Peran Pemuda Jaga Persatuan dan Stabilitas Daerah
Madrasah Darussalam IBS Samarinda Semarakkan Tarhib Ramadhan dengan Pawai Obor dan MABIT, Perkuat Spiritualitas Santri
Pascasarjana Unmul Satukan Akademisi dan Praktisi Bahas Solusi Sampah Kaltim–IKN
Ketua ISPIKANI Kaltim sebut Reuni Akbar FPIK Unmul Jadi Momentum Solidaritas Alumni
Intervensi Berlebihan Pejabat Struktural Kampus UINSI, Kebiri dan Pembatasan Kebebasan serta Kehidupan Demokrasi Mahasiswa Fakultas Syari’ah
Sekum DPK KNPI Loa Janan Soroti Sunmori, Disebut Jadi Ancaman Rutin Keselamatan Publik
Implementasi PKS UNMUL–ULM, Magister Ilmu Perikanan FPIK UNMUL Selenggarakan Kuliah Umum Kualitas Air Budidaya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:41 WIB

KNPI Kecamatan Anggana Kembali Hadirkan Street Run 2026, Jaga Silaturahmi dan Semangat Pemuda

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:14 WIB

DPD GAMKI Kaltim Bangun Komunikasi dengan Kodam VI/Mulawarman, Dorong Peran Pemuda Jaga Persatuan dan Stabilitas Daerah

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:30 WIB

Madrasah Darussalam IBS Samarinda Semarakkan Tarhib Ramadhan dengan Pawai Obor dan MABIT, Perkuat Spiritualitas Santri

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:46 WIB

Pascasarjana Unmul Satukan Akademisi dan Praktisi Bahas Solusi Sampah Kaltim–IKN

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:57 WIB

Ketua ISPIKANI Kaltim sebut Reuni Akbar FPIK Unmul Jadi Momentum Solidaritas Alumni

Berita Terbaru