Salehuddin Soroti Lubang Tambang Terbengkalai, Dorong Aksi Tegas Kejati Kaltim

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Infonusa.co, Samarinda – Ratusan lubang bekas tambang yang menganga tanpa reklamasi di Kalimantan Timur kembali mengundang keprihatinan mendalam. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Salehuddin, mendesak penegakan hukum yang lebih tegas terhadap perusahaan tambang yang abai terhadap tanggung jawab lingkungan.

Dirinya menyambut positif langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim yang mulai menelusuri indikasi reklamasi fiktif di berbagai wilayah tambang. Menurutnya, ini adalah momentum pembenahan menyeluruh setelah sekian lama aspirasi dan rekomendasi DPRD tak membuahkan hasil.

“Sudah terlalu lama lubang-lubang tambang ini jadi simbol pembiaran. Kami dari DPRD sudah bentuk pansus, layangkan surat ke kementerian, bahkan KPK. Tapi realisasinya minim. Baru sekarang ada harapan, saat Kejati mulai turun tangan,” ucap Salehuddin.

Ia mengibaratkan kondisi tambang di Kaltim sebagai gunung es. Apa yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil dari masalah besar yang sebenarnya jauh lebih serius.

“Lihat saja dari udara antara Samarinda dan Kukar. Lubang tambang seperti kawah—besar, menganga, dan dibiarkan begitu saja. Ini bukan cuma buruk secara estetika, tapi juga ancaman nyata bagi lingkungan dan keselamatan warga,” ungkapnya.

Salehuddin mendorong agar audit menyeluruh dilakukan terhadap perusahaan tambang yang terindikasi hanya melaporkan reklamasi di atas kertas. Modus lama seperti klaim pematangan lahan atau izin lanjutan harus segera dibongkar.

“Jangan beri ruang bagi manipulasi. Kalau reklamasi hanya formalitas di dokumen tanpa tindakan nyata di lapangan, itu sama saja penipuan terhadap publik,” tegasnya.

Politikus asal Kukar ini juga mengkritik lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah yang selama ini dinilainya belum maksimal dalam menindak pelanggaran lingkungan. Ia menilai keberanian Gubernur Kaltim yang melarang penggunaan jalan umum untuk hauling sebagai langkah awal yang patut diapresiasi.

“Tapi itu belum cukup. Kita butuh sikap tegas dan sistematis dari seluruh jajaran, termasuk bupati, wali kota, dan OPD teknis. Ini tanggung jawab bersama menjaga ruang hidup masyarakat,” lanjutnya.

Data terakhir menunjukkan lebih dari 800 lubang bekas tambang belum direklamasi hingga akhir 2024. Dari total lebih dari 1.400 izin tambang yang pernah aktif di Kaltim, hanya sebagian kecil yang benar-benar melaksanakan kewajiban reklamasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.

“Jika ini terus dibiarkan, kita sedang menumpuk bom waktu. Banjir, longsor, dan kerusakan ekologis lainnya sudah mulai kita rasakan. Maka langkah Kejati harus kita dukung penuh. Ini bukan semata soal hukum, tapi soal masa depan generasi,” pungkas Salehuddin.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru