Salehuddin Angkat Bicara Soal Pembangunan Waterboom di Pulau Kumala Kukar

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Infonusa.co, Samarinda — Pembangunan wahana wisata Waterboom di Pulau Kumala, Kutai Kartanegara, kembali disorot karena progresnya dinilai jauh dari harapan. Hingga pertengahan tahun 2025, pengerjaan proyek tersebut baru menyentuh angka 70 persen, meski ditargetkan rampung sepenuhnya di akhir tahun.

Sorotan datang dari Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, yang menyebut proyek tersebut telah menghabis anggaran besar, namun pengerjaannya dirasa lambat.

“Anggaran yang digelontorkan untuk Pulau Kumala sudah mendekati Rp 400 miliar, bahkan sejak sebelum kami menjabat. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda pengembalian nilai investasi yang sepadan,” ujar Salehuddin dengan nada kritis.

Salehuddin mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius melihat potensi besar Pulau Kumala. Contohnya, lanjut dia, upaya kerja sama dengan pihak swasta seperti PT Grand LT yang pernah dirintis dulu, harusnya bisa difasilitasi dengan lebih baik.

“Aset yang besar itu belum dimanfaat secara maksimal, menurut saya itu sangat sayang sekali. Padahalkan adanya waterboom ini juga bisa menarik banyak pengunjung terutama masyarakat lokal dan kalau ini selesai kita bisa tambah objek wahana baru kan kedepannya,’ jelasnya.

Salehudin menyebut, pentingnya keamanan dan perawatan fasilitas wisata. Pihaknya membandingkan dengan taman kota di Jakarta yang bisa beroperasi 24 jam dengan sistem keamanan yang terjaga.

“Kalau di kita, jam 10 malam saja sudah sepi dan gelap. Padahal aset-aset seperti penerangan dekat jembatan itu tidak terpelihara, akhirnya malah dipindah ke taman yang baru di depan,” ungkapnya.

Menurut Salehuddin, kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata yang baru seharusnya menjadi momentum untuk mengarahkan kebijakan secara lebih strategis, khususnya dalam mengoptimalkan aset dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau bicara PAD, jangan hanya mengandalkan event sesaat. Kita butuh pengelolaan aset yang benar-benar produktif dan menghasilkan. Anggaran Rp 400 miliar mungkin tak bisa kembali utuh, tapi setidaknya harus ada manfaat jangka panjang yang dirasakan daerah,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB