Pulau Kakaban Tuai Sorotan, Makmur Minta Ekosistem dan Peran Warga Lokal Tetap Jadi Prioritas

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK

Infonusa.co, Samarinda – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengambil alih pengelolaan Pulau Kakaban menuai perhatian publik. Pulau yang dikenal dengan danau ubur-ubur tak menyengat ini menyimpan kekayaan ekosistem langka dan menjadi bagian penting dari kawasan konservasi di Kabupaten Berau.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Makmur HAPK, menyatakan kekhawatirannya jika alih kelola dilakukan tanpa perencanaan matang. Dirinya mengingatkan, Pulau Kakaban bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol keberhasilan pelestarian lingkungan berbasis komunitas.

“Pengelolaan Kakaban selama ini berhasil karena ada partisipasi aktif warga lokal. Jangan sampai justru rusak karena perubahan wewenang yang tak mempertimbangkan aspek ekologi dan sosial,” ujarnya.

Makmur menegaskan, dirinya tidak menolak jika Pemprov ingin terlibat lebih jauh. Namun dia menekankan pentingnya pendekatan ekologis dan partisipatif, bukan sekadar fokus pada aspek administratif atau pendapatan daerah.

“Siapa pun pengelolanya nanti, prinsip dasarnya tetap harus melindungi ekosistem, melibatkan masyarakat, dan menghindari komersialisasi berlebihan,” tambahnya.

Makmur juga mengapresiasi peran masyarakat yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga Kakaban. Tanpa dukungan insentif besar, warga setempat telah menunjukkan komitmen kuat terhadap konservasi. Menurutnya, melemahkan peran mereka justru akan menjadi langkah mundur.

“Kalau warga hanya jadi penonton dan nilai-nilai lokal dikesampingkan, maka kita sedang membuka ruang untuk kerusakan ekologis dan konflik sosial,” tegasnya.

Untuk itu, Makmur mendorong agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemprov, Pemkab Berau, DPRD, pegiat lingkungan, hingga masyarakat adat, segera duduk bersama membahas skema kolaboratif yang menjamin keberlanjutan kawasan.

“Kakaban adalah aset dunia, bukan milik satu pihak. Pengelolaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan semangat gotong royong,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB