Infonusa.co, Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan, bahwa penanggulangan kemiskinan ekstrem bukan hanya menjadi prioritas lokal, melainkan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri. Ini akan menjadi komitmennya agar bisa menurunkan angka kemiskinan ekstrem yang ada di Kota Samarinda sebesar.
“Kita akan fokus pada 1600-an jiwa yang rentan miskin pentingnya meningkatkan ekonomi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Upaya tersebut mencakup bantuan sosial, pelatihan, pembukaan lowongan kerja, serta dukungan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),”ungkapnya Pada Jum’at (01/03/2024).
Lanjutnya, pada persioalan ini perlunya jaringan sosial yang kuat dan pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas pada pembicaraan saja, tetapi juga pada tindakan yang nyata.
Puji juga menegaskan bahwa kemiskinan ekstrem tidak hanya terjadi karena faktor ekonomi, melainkan juga akibat ketidaksetaraan akses dan peluang dari daerah-daerah miskin.
“Saya menantang untuk melibatkan warga negara secara aktif, membangun jejaring sosial, dan mengoptimalkan anggaran yang ada, mendesak perlunya data yang akurat untuk efektivitas penanganan, serta kita soroti data lama yang dapat menjadi hambatan dalam menyusun kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Puji mengatakan banyak hal yang akan dilakukan dengan fokus pada peningkatan lapangan pekerjaan, peningkatan kompetensi, dan dukungan bagi warga yang berasal dari daerah miskin.
“Perlunya menggarisbawahi pentingnya memperkuat pondasi pembangunan yang inklusif untuk mewujudkan kehidupan sejahtera bagi semua warga Samarinda,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)









