Proyek Infrastruktur Samarinda, Dinilai Novan Alami Keterlambatan

- Jurnalis

Jumat, 19 April 2024 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekertaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Ikhsan/Infonusa.co)

Sekertaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Sekertaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Novan menyoroti keterlambatan pembangunan infrastruktur di Samarinda.

Dirinya menganggap, di akhir masa jabatan Walikota Samarinda, masih ada kegiatan Pemkot yang belum selesai. Seperti Teras Samarinda, terowongan, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) juga termasuk kegiatan proyek Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang juga belum selesai hingga saat ini.

Novan meminta, agar pemerintah kota (Pemkot) segera meninjau kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Agar keterlambatan tidak semakin berlarut dan berujung masalah.

“Ini sudah masuk April dan melewati triwulan pertama. Pemkot seharusnya selalu melakukan peninjauan kembali. Agar kinerja OPD bisa lebih didorong dan pekerjaan selesai sesuai kesepakatan,” jelasnya.

Novan menyebut, pembangunan infrastruktur yang ada sudah dilakukan beberapa kali perpanjangan masa kerja. Seperti pembangunan Teras Samarinda, awalnya ditargetkan selesai tahun 2023, kemudian diperpanjang hingga Februari 2024, namun sampai saat ini belum terselesaikan.

Selain itu, pembangunan LPJU yang menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Samarinda yang menargetkan sekitar 13.000 titik LPJU, namun hanya sekitar 900 titik LPJU yang dapat direalisasikan hingga saat ini.

“Jangan hanya diserahkan kepada pihak swasta. Baik, cukup membantu. Tapi, ada hal-hal yang harus langsung ditangani oleh pemerintah,” tegasnya.

Novan harap, adanya peningkatan yang dilakukan oleh Pemkot dalam proses pembangunan tersebut. Pun mengefektifkan pengeluaran Pemerintah terhadap kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat.

Dengan adanya pembangunan mega proyek tersebut cenderung mengesampingkan aspirasi lain. Dimana, hal menjadi kebutuhan utama seperti LPJU dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Saya melihat, kita terlalu fokus dengan pembangunan infrastruktur yang besar. Tetapi, kebutuhan masyarakat masih banyak kekurangan,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru