Program Gratispol Tuai Sorotan Legislator Kaltim, Minta Kejelelsan dan Pembuatan Perd

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra.

Infonusa.co, Samarinda – Program unggulan “Gratispoll” yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memberikan akses kuliah gratis hingga jenjang S3 mulai menarik perhatian wakil rakyat Karang Paci.

Salah satunya yakni, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Nurhadi Saputra, menyoroti pentingnya kejelasan teknis dan dasar pelaksanaan program ambisius tersebut, khususnya di sektor pendidikan.

Menurutnya, program ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltim, namun memerlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan DPRD agar tidak berhenti sebatas janji atau slogan semata.

Nurhadi pun mendorong agar pelaksanaannya ditopang oleh perencanaan matang dan regulasi yang jelas. “Kami sangat menyambut hangat program ini. Tapi jangan lupa, ketika masyarakat menagih janji, tentu yang pertama kali ditanya adalah kami di DPRD, bukan langsung ke gubernur,” ujarnya.

Dirinya membeberkan hingga saat ini Pemprov Kaltim masih minim berkoordinasi dengan pihak DPRD terkait kejelasan program Gratispoll terutama terkair kriteria penerima manfaat, skema pendanaan, serta kelanjutan bagi mahasiswa lama.

“Apakah benar-benar gratis untuk semua mahasiswa, atau hanya untuk keluarga tidak mampu? Ini belum jelas, bahkan bagi kami,” tuturnya.

Nurhadi juga sempat membedakan antara program beasiswa dan Gratispoll. Menurutnya, program beasiswa bersifat selektif berdasarkan prestasi atau kebutuhan, sementara Gratispoll dilakukan untuk semua kalangan

“Kalau memang untuk semua, maka definisinya harus jelas agar tidak menimbulkan polemik. Apakah ini beasiswa berkedok gratis kuliah, atau memang sepenuhnya gratis tanpa syarat?” timpalnya.

Lebih jauh, Nurhadi mempertanyakan nasib bagi mahasiswa lama yang telah berkuliah apakah mendapatkan program Gratispoll seperti yang dirasakan mahasiswa baru 2025.

“Bagaimana dengan mahasiswa semester dua, tiga, lima, atau delapan? Inilah teknis yang belum kami ketahui secara rinci,” bebernya

Nurhadi menekankan seharusnya Gubernur Kaltim  membuka ruang diskusi bersama DPRD. Dirinya mengatakan kehadiran program Gratispoll seharusnya memiliki penguatan hukum melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Program ini bagus dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tapi tanpa payung hukum yang kuat, pelaksanaannya bisa tidak berkelanjutan. Kami mendesak agar dibuatkan Perda,” pungkas Nurhadi. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru