Produksi Beras Belum Mandiri, Firnadi Ikhsan Soroti Ketergantungan Pangan Kaltim dari Luar Daerah

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Infonusa.co, Samarinda – Kalimantan Timur hingga saat ini masih menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan kebutuhan beras secara mandiri. Kapasitas produksi daerah yang hanya berkisar 170 ribu ton per tahun belum mampu menutupi kebutuhan konsumsi masyarakat yang mencapai sekitar 350 ribu ton.

Ketimpangan tersebut membuat Kaltim masih bergantung pada pasokan beras dari luar wilayah, meskipun secara nasional daerah ini tercatat memiliki nilai indeks ketahanan pangan yang relatif tinggi.

Menanggapi kondisi itu, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, mengingatkan pemerintah provinsi agar tidak terlena dengan capaian indikator semata dan segera mengambil langkah nyata untuk memperkuat sektor produksi pangan lokal.

“Secara angka memang terlihat baik, tetapi fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar kebutuhan masih dipasok dari luar. Ini menandakan ketahanan pangan kita belum sepenuhnya kokoh,” ujar Firnadi.

Ia juga menyoroti keterbatasan pemanfaatan lahan pertanian. Dari total luas wilayah Kaltim yang mencapai sekitar sembilan juta hektare, hanya kurang lebih 63 ribu hektare yang benar-benar digunakan sebagai lahan panen padi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menyebutkan bahwa Komisi II DPRD Kaltim telah mulai membahas kebutuhan anggaran sektor pertanian untuk tahun 2026 sejak pertengahan tahun. Namun, upaya tersebut menghadapi hambatan regulasi, khususnya Permendagri Nomor 900 Tahun 2024, yang membatasi kewenangan pemerintah provinsi dalam menyediakan sarana dan prasarana pertanian.

“Petani membutuhkan dukungan nyata, termasuk alat dan fasilitas. Sayangnya, aturan yang ada justru membatasi ruang gerak provinsi. Ini perlu segera dicarikan solusi,” tegasnya.

Firnadi menekankan bahwa ketahanan pangan sejati tidak cukup diukur dari peringkat atau indeks. Yang lebih penting adalah kemampuan daerah dalam memproduksi pangan secara mandiri dan berkesinambungan.

Ia mendorong pemerintah untuk memperluas lahan produktif, memperkuat program pertanian, serta memastikan bantuan dan dukungan kepada petani dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Ketika produksi pangan daerah kuat, stabilitas ekonomi juga akan ikut terjaga,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru