Probebaya di Anggap Lemah, Rohim Ingin Peningkatan dalam Pengawasan

- Jurnalis

Selasa, 23 April 2024 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim (Ikhsan/Infonusa.co)

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Agenda lanjutan untuk mengklarifikasi berbagai isu terkait dengan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), telah dijalankan oleh Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

Di ketahui, agenda tersebut dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), yang bertujuan untuk menindaklanjuti terkait klaim sukses yang disampaikan oleh Wali Kota terhadap program Probebaya tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim mengungkapkan beberapa catatan terkait program andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Probebaya.

Meski program tersebut diakui berhasil, Rohim menyoroti kelemahan dan penyalahgunaan program tersebut sebagai alat politik.

“Kami bertugas me-review dan mengklarifikasi apakah benar sesukses yang disampaikan oleh pak Walikota terkait dengan Probebaya, karena di lapangan kami banyak menerima aduan-aduan masyarakat yang mengindikasikan ada masalah,” jelasnya.

“Yang diadukan kepada kami bahwa apa yang dilakukan dan realisasi dari program Probebaya itu tidak sesuai dengan kebutuhan mereka,” lanjutnya.

Rohim menyatakan bahwa meskipun program Probebaya berhasil mendistribusikan anggaran sebesar Rp100 juta per tahun kepada setiap Rukun Tetangga (RT) , masih ada pertanyaan apakah program ini benar-benar melibatkan masyarakat secara luas.

Lebih lanjut, Rohim menyebutkan ada tiga isu utama yang menjadi fokus klarifikasi Panitia Khusus (Pansus) LKPJ adalah partisipasi masyarakat dalam penentuan program, indikasi penyelewengan, dan politisasi program.

“Jadi itu tiga isu yang saya tadi coba klarifikasi ke Bapedda soal Probebaya dan dari pemaparan Bapedda memang ada beberapa yang memang masih perlu perbaikan-perbaikan,” ucapnya.

Akhir, Rohim menekankan dalam proses perbaikan, pentingnya pembentukan tim yang bertanggungjawab untuk mengevaluasi dan mengawasi terkait program tersebut. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru