Prihatin Melihat Populasi Pesut Mahakam yang Kian Mengecil, Sarkowi Minta Penanganan Segera

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry.

Infonusa.co, Samarinda – Keberlangsungan hidup Pesut Mahakam, satwa endemik yang menjadi kebanggaan Sungai Mahakam, kian berada di ujung tanduk. Dengan populasi yang kini diperkirakan hanya sekitar 60 ekor, spesies langka ini menghadapi ancaman kepunahan yang semakin nyata.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, menyuarakan keprihatinan mendalam. Sarkowi menyebutnya sebagai sinyal darurat ekologis yang tak boleh diabaikan.

Sarkowi mendesak agar seluruh elemen, baik pemerintah daerah, masyarakat lokal, maupun para pelaku industri di sekitar DAS Mahakam, bergerak cepat mengambil langkah konkret demi menyelamatkan satwa ikonik ini dari ambang kepunahan.

“Jika penegakan hukum saat ini masih lemah, lalu kita semua masih diam melihat itu, bisa jadi pesut ini bisa punah gitu,” tegas Sarkowi.

Menurutnya, Pesut Mahakam merupakan spesies endemik yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Berbeda dengan populasi Irrawaddy dolphin secara global yang masih mencapai 80 ribu ekor, jumlah Pesut Mahakam justru terus menyusut.

Sarkowi V Zahry menegaskan bahwa penurunan drastis populasi Pesut Mahakam tidak terjadi tanpa sebab. Ia menyebut aktivitas manusia di sepanjang Sungai Mahakam sebagai faktor dominan yang mempercepat krisis ini. Mulai dari lalu lintas padat kapal tongkang pengangkut batu bara, limbah dari operasi tambang, hingga ekspansi industri yang merusak ekosistem air—semuanya turut mengusir pesut dari habitat alaminya.

“Pesut adalah hewan sensitif. Mereka bisa mengalami stres karena kebisingan, polusi, atau perubahan lingkungan ekstrem, sama seperti manusia. Ketika habitatnya terganggu, mereka cenderung menjauh, dan tak jarang berujung pada kematian,” terangnya dengan nada prihatin.

Lanjutnya mengungkapkan, bahwa aturan perlindungan itu sudah di bentuk, baik dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Akan tetapi belum ada penerapan yang signifikan terlihat.

“Perda ada, tapi kalau tidak ditegakkan, ya percuma. Populasi pesut akan terus berkurang,” ungkapnya.

Sarkowi menegaskan, upaya penyelamatan Pesut Mahakam tidak bisa dilakukan sepihak. Harus ada sinergi lintas sektor, dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, hingga keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini tanggung jawab bersama. Menjaga pesut sama dengan menjaga wajah Kalimantan Timur,” tandasnya.

Pesut Mahakam bukan sekadar ikon kebanggaan daerah, melainkan bagian vital dari rantai ekosistem Sungai Mahakam. Keberadaan mereka mencerminkan kualitas lingkungan perairan yang masih layak dan seimbang.

Sarkowi V Zahry mengingatkan bahwa hilangnya pesut akan menjadi alarm keras bagi kondisi sungai yang kian memburuk. “Jika pesut punah, itu artinya Sungai Mahakam sedang dalam kondisi kritis. Jangan biarkan mereka hanya dikenang sebagai cerita masa lalu di lembar buku sekolah,” tutupnya tegas.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru