Polemik Sengketa Lahan PT. MHU dan Warga Jongkang, Komisi I DPRD Kaltim Hadir Sebagai Fasilitator

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Suwandy, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim.

Agus Suwandy, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim.

Infonusa.co, Samarinda – Komisi I DPRD Kalimantan Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti laporan dugaan penyerobotan lahan oleh PT. Multi Harapan Utama (MHU) terhadap lahan warga di Desa Jongkang Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Gedung E Kantor DPRD Kaltim pada Senin (26/5/2025).

Kasus ini mencuat setelah seorang warga bernama Mustafa melaporkan bahwa lahan garapannya di RT 6 diduga telah diambil alih oleh perusahaan. Di sisi lain, pihak MHU menyatakan memiliki legalitas atas lahan yang dimaksud.

Namun, munculnya kelompok tani penggarap yang telah lama beraktivitas di lahan tersebut menambah kompleksitas persoalan, sehingga memerlukan pendekatan yang hati-hati dan berkeadilan.

Komisi I menekankan pentingnya mediasi yang transparan dan mengedepankan asas keadilan untuk semua pihak agar konflik agraria ini tidak berkembang menjadi ketegangan sosial di masyarakat.

“Lahan tersebut memang milik perusahaan, tapi di sana ada petani yang sudah lama menggarap. Kita ingin masalah ini diselesaikan secara manusiawi,” ujar Agus Suwandy Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim saat ditemui.

Dirinya menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam menyelesaikan persoalan, tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan. Dirinya meminta agar MHU tidak serta-merta melakukan pengusiran terhadap para petani penggarap.

“Tidak bisa tiba-tiba diusir. Harus ada solusi yang berkeadilan dan kami harapkan ada dana kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial agar para penggarap bisa melanjutkan hidup di tempat lain,” lanjutnya.

Agus Suwandi juga menyinggung proses hukum yang tengah berjalan terhadap Mustafa. Ia menyarankan agar perusahaan mempertimbangkan pencabutan laporan pidana demi menjaga iklim sosial yang harmonis.

“Kasus pidana ini harus jadi pelajaran bersama. Kami berharap MHU bisa berbesar hati mencabut laporan dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar penyelesaian kasus, harapannya adalah lahirnya kesepahaman yang tulus antara perusahaan dan warga. Sebab, dalam setiap sengketa yang terselesaikan dengan hati, tertanam peluang untuk membangun masa depan yang lebih damai dan saling menghargai.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru