Pergantian Seragam Sekolah di Anggap dapat Membebankan Masyarakat Kurang Mampu

- Jurnalis

Kamis, 18 April 2024 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Subandi (Ikhsan/infonusa.co)

Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Subandi (Ikhsan/infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Menuai banyaknya sorotan terkait persoalan perubahan seragam sekolah mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahun ajaran 2024/2025.

Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

Pembelian seragam baru untuk kebutuhan sekolah dianggap memberatkan masyarakat. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan beragam seragam, untuk memenuhi kebutuhan seragam sekolah yang ada saat ini saja masyarakat sudah merasa berat.

Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Subandi menilai bahwa perubahan seragam sekolah justru memberatkan masyarakat kurang mampu. Terutama untuk anak-anak di pelosok yang ekonomi menengah kebawah.

“Ini akan memberatkan karena pakaian adat itu justru lebih mahal kan. Bagaimana dengan anak-anak kita di pelosok yang ekonominya menengah kebawah, tentunya tidak terjangkau,” tegasnya.

Setelah di pikirkan kembali, dirinya menilai perubahan itu akan mempersulit siswa karena di dalam satu kelas berbeda-beda. Dengan rencana ada unsur adat yang akan memberatkan siswa.

“Nah makin ribet lagi nanti, di satu kelas beda-beda. Niatnya baik, tapi kalau untuk pakaian adat kemudian diserahkan kepada anak-anak saya rasa justru tidak seragam,” ujarnya.

Dirinya anggap, jika sering gonta-ganti seragam bukan keputusan yang tepat. Dirinya lebih menyarankan untuk penyempurnaan seragam. Sebab, jangan sampai niat baik ini malah memberatkan masyarakat. Terutama, di tengah perekonomian yang sedang sulit.

“Sebenarnya cukup memakai seragam yang sudah ada. Namun, kalau mau disempurnakan silahkan. Tapi, kalau harus diganti perlu adanya peninjauan ulang,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru