Perdalam Muatan Materi Ranperda Bahasa, Ketua Pansus Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah

- Jurnalis

Senin, 20 Maret 2023 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) pembahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia serta Perlindungan Bahasa dan Sastra Daerah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Gedung E Lt. 1 Komplek Kantor DPRD Kaltim, Senin (20/3/2023).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Veridiana Huraq Wang didampingi sejumlah anggota Pansus yang lain. Ia menjelaskan rapat dihelar untuk memperdalam muatan materi terkait penggunaan bahasa daerah yang sekarang sudah sangat minim digunakan oleh generasi muda.

Maka dari itu, Pansus mengundang sejumlah instansi terkait untuk memberikan masukan, pandangan dan pertimbangan terkait muatan materi yang dituangkan dalam Ranperda Bahasa nantinya.

“Kita mengundang Program Studi Bahasa dan Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, Kantor Bahasa Kaltim, Balitbangda, Disdikbud Kaltim, Dewan Kesenian Daerah, Kanwil Kemenkumham Kaltim serta Biro Hukum Sekda Kaltim,” ujar Legislator perempuan yang akrab disapa Veri itu

Veri membeberkan bahwa pihaknya ingin meminta masukan-masukan yang menunjang muatan materi Ranperda Bahasa, melihat ke delan Kaltim ditetapkan menjadi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

“Tidak hanya bahasa Indonesia yang harus kita pertahankan, namun bahasa daerah juga sangat penting untuk kita, karena itu bahasa asli masyarakat Kaltim,” beber Veri yang juga Ketua Komisi III DPRD Kaltim.

Dipaparkannya, terdapat 4 (empat) bahasa yang telah masuk dalam daftar revitalisasi dan juga ada beberapa masukan dalam RDP dari instansi terkait penggunaan bahasa daerah wajib digunakan sesuai dengan daerahnya masing-masing.

“Sudah ada beberapa bahasa yang masuk dalam revitalisasi diantaranya bahasa Kutai, Kenyah, Paser dan teman-teman tadi juga meminta lebih baik jika penggunaan bahasa disesuaikan dengan suku di daerah tersebut” papar Veri.

Ia pun mengungkapkan, soal urgensi dari Ranperda tersebut, pihaknya menilai di zaman modern yang semakin berkembang ini tentu penggunaan bahasa daerah juga semakin berkurang dan akan berdampak ke generasi muda lainnya bahkan lebih buruknya bahasa daerah akan punah ketika tidak dilestarikan.

“Ketakutan kita ya itu, semakin berkembang nya zaman maka semakin berkurang juga penggunaan bahasa daerah, oleh sebab itu mari kita lestarikan bahasa asli daerah kita,” pungkasnya. (ARF/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru