Penurunan Stunting Dinilai Masih Lamban, DPRD Kaltim Pastikan Anggaran Tetap Jadi Prioritas

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Upaya menekan angka stunting di Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan besar. Meski berbagai program telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir, capaian penurunan kasus dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

Data menunjukkan, sejak 2021 hingga kini, prevalensi stunting di Kaltim hanya mengalami penurunan tipis dari 22,8 persen menjadi 22,2 persen. Bahkan di sejumlah wilayah seperti Kutai Timur dan Kutai Barat, penanganannya masih dianggap belum optimal.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah penanganan. Menurutnya, stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia.

“Angkanya memang turun, tapi lajunya masih sangat lambat. Ini harus disikapi dengan kerja yang lebih serius dan terarah,” ujarnya.

Agusriansyah memastikan bahwa program penanganan stunting tetap menjadi prioritas utama dan tidak masuk dalam skema efisiensi anggaran, meskipun pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian belanja di berbagai sektor.

“Stunting adalah fokus nasional. Arahan dari pemerintah pusat jelas, sehingga anggaran untuk penanganannya tidak boleh dipangkas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keseriusan daerah dalam menurunkan angka stunting juga berkaitan langsung dengan kebijakan fiskal pusat. Penanganan stunting menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian penyaluran dana transfer ke daerah.

“Kalau daerah tidak menunjukkan komitmen, risikonya bukan hanya angka stunting yang stagnan, tapi juga bisa berdampak pada pengurangan dana transfer,” jelas Agusriansyah.

Karena itu, ia mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat, agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh akar persoalan.

“Dengan keterlibatan semua pihak, kita berharap penurunan stunting tidak lagi berjalan lambat, tetapi bisa lebih signifikan dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen
DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak
Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan
DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim
Data Aset Pemkot Samarinda Masih Misterius, DPRD: Jangan Sampai Baru Ribut Pas Ada Sengketa Tanah!
Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta
Parkir Pembeli Meluber ke Jalan Juanda, DPRD Samarinda Ingatkan Pengusaha Wajib Siapkan Lahan Parkir
Godok Raperda TBC dan HIV/AIDS, DPRD Samarinda Siapkan Aturan untuk Libatkan Warga secara Masif
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:58 WIB

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:57 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:55 WIB

Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:53 WIB

DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta

Berita Terbaru