Pengerukan Lahan di RSUD Salehuddin II Disorot, DPRD Kaltim Ingatkan Ancaman Banjir

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi

Infonusa.co, Samarinda – Aktivitas pengerukan lahan di kawasan RSUD Salehuddin II Samarinda menjadi perhatian DPRD Kaltim. Area yang selama ini berfungsi sebagai ruang terbuka dan resapan air di wilayah Sempaja dinilai berpotensi menimbulkan risiko genangan jika tidak dikelola dengan perencanaan matang.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, mengingatkan bahwa setiap perubahan fungsi lahan strategis di kawasan perkotaan harus melalui kajian lingkungan yang komprehensif. Menurutnya, aspek tata ruang dan pengendalian air tidak boleh diabaikan demi pembangunan fisik semata.

“Pembangunan fasilitas penunjang memang dibutuhkan, tetapi dampak lingkungannya harus dihitung secara serius. Jangan sampai justru menimbulkan masalah baru bagi warga,” ujarnya.

Subandi memahami bahwa peningkatan layanan RSUD sebagai rumah sakit rujukan berdampak pada kebutuhan infrastruktur tambahan, termasuk area parkir. Namun ia menegaskan, pengembangan tersebut tetap wajib disertai analisis dampak lingkungan, terutama terkait sistem resapan dan aliran air.

Ia menilai kawasan tersebut merupakan bagian penting dari sistem drainase kota. Jika fungsi resapan berkurang atau hilang, maka potensi genangan dan banjir saat hujan deras akan meningkat.

“Kalau lahan resapan dialihkan, harus ada kompensasi yang jelas. Misalnya pembangunan folder, kolam retensi, atau sistem pengendalian air lain yang benar-benar efektif,” tegasnya.

Selain itu, Subandi meminta pemerintah daerah dan pengelola rumah sakit bersikap terbuka kepada masyarakat terkait tujuan pengerukan lahan, rencana pemanfaatannya, serta langkah-langkah mitigasi banjir yang disiapkan.

Ia berharap pengembangan RSUD Salehuddin II dapat berjalan seimbang antara peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan perlindungan lingkungan perkotaan.

“Pelayanan rumah sakit penting, tapi menjaga fungsi lingkungan yang berdampak langsung pada keselamatan warga juga tidak kalah penting,” tutupnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB