Pengelolaan Sampah Masih Membelit, Salehuddin Sebut Perlunya Trobosan Baru

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba

Infonusa.co, Samarinda  –  Permasalahan pengelolaan sampah di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencuat sebagai tantangan yang belum terselesaikan, terutama terkait keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

Persoalan ini dinilai semakin kompleks seiring dengan pola perilaku sebagian warga yang masih abai terhadap dampak jangka panjang dari pengelolaan sampah yang buruk.

Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Salehuddin, menyoroti bahwa kebijakan yang selama ini diterapkan cenderung berfokus pada aspek teknis, seperti pembangunan fasilitas TPA dan pengadaan alat berat. Padahal, menurutnya, persoalan mendasar justru terletak pada kurangnya pemberdayaan masyarakat.

“Solusi jangka panjang tidak cukup dengan infrastruktur. Kita perlu pendekatan sosial yang membangun kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya,” tegasnya.

Dirinya menyatakan, di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, masih banyak ditemui kebiasaan membuang sampah di tempat-tempat yang tidak resmi, jauh dari pemukiman.

Fenomena ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

“Masalah sampah ini bukan hanya soal penumpukan, tapi soal sistem. Ada kebiasaan membuang di daerah perlintasan yang jauh dari pemukiman, padahal itu bukan TPA resmi. Ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan rendahnya kesadaran,” ujarnya.

Salehuddin mendorong pengelolaan sampah berbasis pendekatan masyarakat, seperti bank sampah. Konsep ini tidak hanya terjangkau, tapi juga efektif merubah kebiasaan masyarakat, dimulai dari pengelolaan sampah di rumah tangga.

“Bank sampah itu sangat tepat. Murah, mendidik masyarakat memilah sampah sejak dari rumah, dan punya nilai ekonomi. Ini bisa jadi peluang usaha bagi pemuda, ibu rumah tangga, bahkan UMKM,” ucapnya.

Salehuddin menyebutkan bahwa Kutai Kartanegara telah sukses menerapkan sistem bank sampah, yang membuat pengelolaan sampah lebih terorganisir dan menghasilkan produk bernilai dari limbah rumah tangga.

Dirinya juga menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatasi masalah sampah, yang berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan dan kesehatan warga. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor lebih krusial daripada sekadar mengadopsi teknologi canggih.

“Kalau semua dinas bergerak bersama, kita tidak perlu langsung melompat ke TPA canggih berteknologi tinggi. Mulailah dari yang realistis dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Salehuddin menyebutkan pihaknya siap menggelontorkan anggaran selama program yang ditawarkan pemerintah daerah lebih jelas dan terukur.

“Selama ada koordinasi dan perencanaan yang matang, kami di DPRD akan dukung. Apalagi ini jelas berdampak pada ekonomi masyarakat dan kesehatan lingkungan,” terangnya.

Dalam pernyataan penutupnya, Salehuddin yakin dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif, pengelolaan TPA di Kaltim bisa menjadi lebih tertib dan bernilai. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Damkarmatan Kukar Sarankan APAR Minimal 6 Kilogram di Rumah Warga

Minggu, 18 Okt 2026 - 00:06 WIB

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Safari Subuh Kukar Buka Ruang Sinergi Masjid dan Program Pemerintah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:57 WIB