Pelajaran Membatik di Kurikulum SMA, Nurhadi Saputra Dukung Pelestarian Budaya Lokal

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi.

Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi.

Infonusa.co, Samarinda – Rencana pemerintah untuk memasukkan pelajaran membatik dalam kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapat sambutan positif,

Bahkan dukungan juga datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Nurhadi Saputra. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia sekaligus mengenalkan nilai-nilai lokal.

Nurhadi menilai, pengenalan batik sebagai mata pelajaran akan memperluas wawasan siswa tentang keragaman budaya nasional dan kearifan lokal.

“Pelajaran batik ini memperkaya pengetahuan siswa dan memberikan kesempatan untuk memahami keberagaman budaya Indonesia secara mendalam,” ujar Nurhadi.

Dirinya juga menyoroti pentingnya memperkenalkan motif batik khas Kalimantan Timur, yang masih kurang dikenal dibandingkan dengan batik dari Jawa.

“Batik sering diasosiasikan dengan budaya Jawa, padahal Kalimantan, termasuk Kaltim, juga memiliki motif-motif khas yang sarat makna simbolis dan patut diangkat,” bebernya mempertegas.

Nurhadi menyebutkan bahwa pelajaran ini tidak hanya akan diajarkan secara teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung pembuatan batik. Pendekatan ini, menurutnya, lebih efektif untuk membangun pemahaman dan keterampilan siswa.

“Dengan praktik, siswa akan lebih mudah mempelajari proses kreatif membatik. Selain itu, mereka juga dapat mengembangkan kreativitas dengan mengolah motif khas lokal menjadi karya yang unik,” ucapnya.

Dirinya berharap pelajaran membatik dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi seni dan budaya, sekaligus berperan dalam melestarikan warisan leluhur.

Nurhadi juga mendorong pemerintah daerah dan dinas pendidikan untuk mendukung penuh implementasi program ini. Dirinya percaya bahwa pengenalan batik di kurikulum akan menumbuhkan generasi yang bangga terhadap budaya lokal dan siap melestarikannya.

“Pelajaran ini adalah langkah nyata untuk menanamkan nilai-nilai budaya pada anak-anak kita. Saya berharap, melalui program ini, generasi muda semakin mencintai budaya lokal dan turut berperan aktif dalam melestarikannya,” tandasnya.
(Ikhsan/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru