Pansus LKPJ Gubernur Gulirkan Wacana Koperasi Merah Putih Saat Kunjungan Ke PDKT Sapi Di Samboja

- Jurnalis

Jumat, 18 April 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Pansus LKPJ di Samboja (Humas DPRD KALTIM)

Kunjungan Pansus LKPJ di Samboja (Humas DPRD KALTIM)

Infonusa.co, Kukar – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Kaltim menyoroti langsung pelaksanaan program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) sapi di Samboja, Kutai Kartanegara, Kamis (17/4/2025). Selain menguji efektivitas program, Pansus juga menggulirkan wacana pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dipimpin Ketua Pansus, Agus Suwandy, rombongan bersama sejumlah anggota Pansus LKPJ dan tenaga ahli disambut oleh Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, serta para peternak dari Kelompok Tirto Sari yang mengelola kandang penggemukan sapi dan unit pengolahan pupuk.

Agus menyebut konsep PDKT sebagai pendekatan baru yang menjanjikan dalam pengembangan peternakan rakyat. “Tentu di Kalimantan Timur ini sudah ada juga rencana itu. Undang-undangnya sudah disahkan, dan diharapkan pada tahun 2025 ini bisa mulai dilaksanakan,” bebernya.

Meski optimis, Agus tak menutup mata terhadap berbagai tantangan di lapangan. Salah satu yang paling krusial menurutnya adalah ketersediaan pakan dan kebutuhan akan kawasan khusus untuk peternakan.

“Kita menyaratkan juga, kalau di kampung begini untuk beternak sapi rasanya agak aneh. Perlu kawasan khusus. Bisa saja lahannya kita bebaskan atau dikelola lewat skema pinjam pakai dengan kelompok tani,” tegasnya.

Agus memperkirakan, pengembangan kawasan peternakan bisa diwujudkan dengan anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp100 juta per hektare. Dirinya mengusulkan pembentukan kawasan seluas 10 hingga 20 hektare yang dapat dikelola secara kolektif oleh kelompok peternak di wilayah sekitar. Menurutnya, skema ini bukan hanya efisien, tapi juga memperkuat kemandirian peternak lokal melalui sistem yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.

“Bisa 10 hektare, 20 hektare, kemudian kelompok peternak yang ada di kiri dan kanannya tidak masalah pembagiannya,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru