Pansus DPRD Kaltim Temukan Sejumlah Masalah dalam Proyek Sekolah di Sepaku

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Pansus LKPj Gubernur Kaltim Sidak Proyek Sekolah di PPU, Temukan Bangunan Tak Layak Pakai
(Humas DPRD Kaltim)

Saat Pansus LKPj Gubernur Kaltim Sidak Proyek Sekolah di PPU, Temukan Bangunan Tak Layak Pakai (Humas DPRD Kaltim)

Infonusa.co, Samarinda – Guna memastikan anggaran pendidikan digunakan secara tepat dan transparan, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Timur yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim Tahun 2024 melakukan inspeksi langsung ke sejumlah proyek pembangunan sekolah di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada Selasa (6/5/2025).

Ketua Pansus, Agus Suwandy, bersama anggota Sugiyono dan Fadly Imawan, meninjau dua titik penting yaitu SMK Negeri 6 Semoi 2 dan SMK Negeri 1 Bukit Raya. Namun, harapan akan temuan progres positif justru dibayangi kekecewaan. Dalam kunjungan tersebut, Pansus menemukan sejumlah persoalan serius, mulai dari lemahnya pengawasan teknis hingga indikasi rendahnya mutu pekerjaan konstruksi.

Inspeksi ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penggunaan APBD Tahun Anggaran 2024, khususnya dalam sektor pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan jangka panjang di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.

Di SMKN 6 Semoi, Pansus mendapati dua gedung workshop dan kantor masih dalam proses pembangunan. Namun, kualitas bangunan workshop senilai lebih dari Rp1 miliar dinilai jauh dari kata layak.

“Bangunan ini sangat disayangkan, tidak memenuhi standar. Banyak catatan kami, terutama agar workshop ini bisa diperbaiki kembali sehingga layak digunakan dan alat-alat siswa dapat tersimpan aman,” tegas Agus.

Sidak berlanjut ke SMKN 1 Bukit Raya. Meski beberapa gedung sudah rampung, namun Pansus menemukan bangunan aula terbengkalai akibat kontrak yang diputus sepihak karena ketidakmampuan kontraktor menyelesaikan proyek. Selain itu, kondisi toilet dan kandang ternak sapi juga memprihatinkan.

“Bangunan toilet sudah rusak parah, sementara kandang sapi terlihat dibangun seadanya, tidak sesuai standar,” ujar Agus.

Dirinya berharap pembangunan yang tertunda dapat dianggarkan kembali pada APBD Perubahan 2025 atau masuk prioritas pada 2026.

Pansus menegaskan pentingnya kualitas dalam pembangunan fasilitas pendidikan demi menunjang mutu pembelajaran di Kaltim, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru