Novan Dukung Sekolah Rakyat di Samarinda, Solusi Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin Ekstrem

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie. 

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie. 

Infonusa.co, Samarinda – Di tengah tantangan akses pendidikan yang masih dihadapi sebagian masyarakat, harapan baru muncul melalui hadirnya program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial. Program ini bukan sekadar inisiatif pendidikan alternatif, tetapi menjadi jembatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali menggapai masa depan yang lebih cerah.

Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda dan Pemerintah Kota (Pemkot) yang melihat program ini sebagai langkah nyata dalam membangun kesejahteraan dan pemerataan pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi solusi strategis dalam menekan angka anak putus sekolah di Samarinda dan sekitarnya.

“Ini program yang luar biasa, membantu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan layak,” ujarnya.

Novan sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa meski pembangunan fisik sekolahnya belum dimulai, tapi proses administrasi dan verifikasi tengah dilakukan.

“Rencananya di tahun ajaran baru ini, pemerintah pusat mendorong agar kegiatan pembelajaran segera terlaksana,” paparnya.

Lebih lanjut kata Novan, Pemerintah Kota Samarinda tengaj mengambil langkah strategis dengan meminjam lokasi sementara di daerah Samarinda Seberang, bekerja sama dengan Yayasan Melati sebelum gedung sekolah tersebut terbangun.

Sesuai kapasitas, Sekolah Rakyat akan menerima maksimal 100 siswa dari keluarga miskin ekstrem (usia SMP/SMA) yang datanya diperoleh dari Dinas Sosial.

“Yang mendata bukan Dinas Pendidikan, melainkan Dinas Sosial. Jadi kriterianya memang sangat spesifik. Mereka yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem dan tidak sekolah, itulah yang akan difasilitasi,” ihwal Novan.

Dirinya menilai, pendekatan yang dilakukan lewat program ini tidak hanya soal pendidikan, tetapi menyentuh akar persoalan kemiskinan.

“Pendidikan merupakan kunci keluar dari kemiskinan. Ini sangat menyentuh masyarakat,” pungkasnya tegas. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Safari Subuh Kukar Buka Ruang Sinergi Masjid dan Program Pemerintah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:57 WIB