Mobilitas Terganggu, Jalan Rusak di Samarinda Sebabkan Dampak Sosial dan Ekonomi

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi.

Infonusa.co, Samarinda – Kondisi jalan yang mengalami kerusakan berat di beberapa titik di Samarinda, seperti di Jalan HAM Rifaddin, kini menjadi penghalang serius bagi aktivitas keseharian masyarakat.

Selain menghambat pergerakan warga, jalan berlubang yang sulit dilalui ini juga mulai berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi dan menambah risiko kecelakaan lalu lintas.

Dengan anggaran yang terbatas, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Subandi, menekankan bahwa penanganan segera sangat dibutuhkan guna menghindari kerugian yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Jangan sampai kita baru mengambil tindakan setelah jalan benar-benar terputus atau sudah ada korban. Ini menyangkut kebutuhan mendasar warga,” ujarnya.

Menurut Subandi, aduan dari masyarakat terus berdatangan, terutama dari pelaku UMKM dan penduduk yang mengandalkan akses darat untuk mencari nafkah, berobat, maupun bersekolah.

“Coba bayangkan jika mereka harus memutar jauh setiap hari atau kendaraan rusak akibat lubang besar. Ini bukan hanya urusan infrastruktur, tapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Data yang dikumpulkan DPRD menunjukkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga meluas hingga wilayah Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu.

Minimnya sumber daya yang tersedia di UPTD PUPR menjadi hambatan utama. Dari total anggaran sebesar Rp28 miliar, yang dapat digunakan untuk teknis tersisa kurang dari Rp20 miliar setelah dikurangi biaya operasional seperti BBM.

Walau demikian, Subandi meyakini bahwa tindakan darurat masih bisa dijalankan. “Tambal sulam memang bukan solusi jangka panjang, tetapi dalam kondisi sekarang, itu yang paling memungkinkan. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat terus menjadi korban,” paparnya.

Ia juga berjanji akan terus mengawal rencana penambahan anggaran dalam APBD 2026 dan meminta pemerintah daerah memprioritaskan ruas jalan yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Setiap hari, jalan yang rusak ini dilalui oleh siswa sekolah, kendaraan darurat, dan pedagang kecil. Jika akses dasar saja terganggu, bagaimana daerah ini bisa tumbuh dan berkembang?” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB